Ketika Diego Forlan tiba di Manchester United pada Januari 2002, ia bergabung dengan salah satu tim yang paling dipenuhi bintang di dunia.
Penyerang asal Uruguay itu baru berusia 22 tahun ketika ia memutuskan pindah ke Eropa, bergabung dengan Setan Merah dalam kesepakatan senilai £6,9 juta dari klub Argentina, Independiente, setelah tim asuhan Sir Alex Ferguson mengalahkan Middlesbrough dalam perburuan tanda tangannya.
Di antara rekan setim barunya terdapat nama-nama besar seperti David Beckham, serta para anggota generasi emas 'Class of 92', sementara seorang Cristiano Ronaldo bergabung ke klub pada musim panas tahun 2003.
Berbagi ruang ganti dengan Beckham, yang pada saat itu sudah menjadi ikon global, meninggalkan kesan mendalam bagi Forlan.
“Beckham adalah fenomena global,” ujar Forlan kepada majalah FourFourTwo. “Bukan hanya karena kualitasnya di lapangan, tetapi juga karena dia berpacaran dengan salah satu anggota Spice Girls.”
“Rasanya seperti bepergian bersama bintang Hollywood. Meski dikelilingi banyak sorotan, dia tetap seorang profesional sejati.”
Sementara itu, Ronaldo saat itu masih berusia 18 tahun ketika Manchester United mengeluarkan dana £12 juta untuk memboyongnya, tak lama setelah sang winger tampil memukau saat membela Sporting dalam laga persahabatan melawan Setan Merah.
Pemain asal Portugal tersebut masih berada di awal perjalanannya menuju status sebagai salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa, namun Forlan menegaskan bahwa potensi besar Ronaldo sudah terlihat sejak awal.
“Ronaldo baru mulai menembus tim utama saat itu,” kenang Forlan ketika membicarakan awal karier pemenang lima penghargaan Ballon d’Or tersebut di Old Trafford.
“Dia memiliki hasrat besar untuk menaklukkan dunia dan menonjol berkat kemampuan fisik serta tekniknya,” lanjutnya sambil menyoroti mentalitas Ronaldo yang memberikan kesan mendalam bagi semua orang di klub.
“Yang paling menonjol darinya adalah ambisi untuk menjadi yang terbaik, selalu ingin mencapai lebih.”
Dan meskipun rekan-rekan setimnya percaya pada kemampuannya, Ronaldo sendiri tak pernah meragukan seberapa jauh dirinya bisa melangkah di dunia sepak bola.
“Dia sudah sangat bagus saat itu, tapi saya rasa hanya dia yang benar-benar tahu bahwa dirinya akan menjadi legenda sepak bola.”