Jalan Vital di Kurnia Selatan Amblas, Bupati Annisa Gerak Cepat Instruksikan Pasang 10 Box Culvert
Rezi Azwar May 31, 2026 09:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengambil langkah taktis untuk memulihkan konektivitas warga di Nagari Kurnia Selatan, Kecamatan Sungai Rumbai.

Menyikapi amblasnya jalur vital di kawasan tersebut, dinas terkait langsung diterjunkan untuk membangun infrastruktur darurat.

Langkah ini diambil menyusul terganggunya mobilitas harian masyarakat akibat kerusakan jalan yang cukup parah.

Tanpa menunggu alokasi anggaran pemulihan pascabencana yang membutuhkan proses birokrasi, penanganan di lapangan segera dimulai demi kepentingan publik.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengonfirmasi bahwa prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan roda perekonomian dan aktivitas sosial warga tidak lumpuh total. Akses yang terputus dinilai dapat memicu dampak domino yang merugikan masyarakat.

Baca juga: Pantai Padang Diserbu Wisatawan Saat Libur Idul Adha, Kendaraan Mengular di Sepanjang Jalan

Mobilisasi Alat Berat

Sebagai solusi jangka pendek, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya dikerahkan ke lokasi untuk melakukan rekayasa teknis. 

Penanganan darurat ini bertumpu pada pemasangan struktur beton pracetak di titik kerusakan.

Sebanyak 10 unit box culvert (gorong-gorong kotak) dipasang di area jalan yang amblas untuk menyambung kembali badan jalan yang terputus.

Pemasangan ini dibantu oleh sejumlah alat berat yang beroperasi secara intensif pada Minggu (31/5/2026).

Pemilihan box culvert dinilai sebagai opsi paling rasional untuk mengejar waktu. Selain memiliki ketahanan yang baik terhadap beban kendaraan, metode ini relatif lebih cepat dikerjakan dibandingkan membangun jembatan kayu konvensional.

Baca juga: GOR Haji Agus Salim Dibangun Ulang, Semen Padang FC Survei 2 Stadion di Pulau Jawa

Bupati Annisa menjelaskan, langkah taktis ini terpaksa mendahului pencairan dana resmi. Jika harus menunggu mekanisme anggaran pusat atau daerah secara reguler, masyarakat akan menjadi pihak yang paling dirugikan.

"Kita tidak ingin masyarakat terlalu lama mengalami kesulitan akibat terputusnya akses jalan," ujar Annisa saat meninjau situasi penanganan di lapangan.

Pemerintah daerah memutuskan bergerak sebelum anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi diketuk. Langkah diskresi ini diambil murni demi mempercepat pemulihan fasilitas publik.

Annisa, yang juga tercatat sebagai bupati perempuan pertama di Sumatera Barat, menambahkan bahwa kenyamanan dan keselamatan warga adalah hukum tertinggi dalam pelayanan publik. Efisiensi waktu menjadi kunci utama penanganan krisis infrastruktur semacam ini.

Jalur Logistik yang Ringkih

Ruas jalan yang mengalami kerusakan di Nagari Kurnia Selatan ini bukan sekadar jalan lingkungan biasa. Jalur ini merupakan urat nadi yang menghubungkan beberapa wilayah pertumbuhan di Kecamatan Sungai Rumbai.

Setiap harinya, ratusan warga bergantung pada jalan ini untuk membawa hasil bumi, menuju pusat pendidikan, hingga mengakses fasilitas kesehatan. Ketika jalan ini amblas, ongkos logistik dan waktu tempuh warga otomatis melonjak tajam.

Kondisi tanah yang labil disinyalir menjadi pemicu utama amblasnya badan jalan. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Dharmasraya dalam beberapa waktu terakhir mempercepat laju erosi di bawah lapisan aspal.

Respons Positif Warga

Respons cepat dari jajaran pemerintah daerah mendapat apresiasi dari kelembagaan adat dan masyarakat tingkat nagari. Langkah ini dinilai berhasil memangkas kecemasan warga yang sempat khawatir akan terisolasi dalam waktu lama.

Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Kurnia Selatan, Tony Purjianto, mengutarakan rasa lega atas kehadiran pemerintah di tengah situasi darurat ini. Menurutnya, koordinasi yang tanggap membuat penanganan tidak berbelit-belit.

"Masyarakat sangat terbantu karena akses yang sempat terganggu kini segera dapat digunakan kembali," tutur Tony.

Senada dengan Tony, Maryono, salah seorang tokoh masyarakat setempat, menilai kehadiran alat berat di lokasi amblas memberikan kepastian bagi warga. Bagi masyarakat agraris seperti di Kurnia Selatan, kepastian akses jalan setara dengan kepastian penghidupan.

Baca juga: Antrean Solar Masih Mengular di Padang, Sopir Truk Rela Tunggu Berjam-jam Demi BBM Subsidi

Meskipun jembatan darurat dari box culvert ini diproyeksikan dapat segera dilalui kendaraan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari perbaikan. Penanganan ini bersifat sementara guna menyambung asa warga.

Pemerintah daerah telah memasukkan titik kerusakan ini ke dalam daftar prioritas program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) pascabencana. Perencanaan desain untuk pembangunan jalan dan sistem drainase yang permanen sedang dimatangkan oleh Dinas PUPR.

Melalui program jangka panjang tersebut, struktur jalan nantinya akan diperkuat dengan dinding penahan tanah (talud) yang lebih kokoh. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi potensi penurunan permukaan tanah kembali di masa mendatang.

Untuk sementara waktu, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur darurat tersebut, terutama bagi kendaraan dengan tonase besar. Evaluasi berkala terhadap kekuatan jembatan darurat akan terus dilakukan hingga proyek permanen mulai dikerjakan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.