BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Maraknya peminat kendaraan listrik di Banjarmasin, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) rencananya akan dibangun di Kota Seribu Sungai.
Pembangunan fasilitas pengisian kendaraan listrik akan menjadi yang pertama di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pengadaan SPKLU itu dilakukan oleh PLN bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sebagai penyedia lahan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil mengungkapkan mulanya, lokasi SPKLU akan dibuat di kawasan Siring Menara Pandang, Jalan Kapten Piere Tendean.
Lima tiang trafo untuk kebutuhan fasilitas itu sudah terpasang di lokasi Menara Pandan
Baca juga: Lowongan Kerja di Hotel Novotel Banjarmasin Airport, Tersedia 2 Posisi Ini
Baca juga: Terungkap Identitas Mayat Wanita dengan Luka Pada Leher di Pengaron Banjar, Warga Lok Tunggul
Namun, rencana lokasi kini berubah setelah adanya masukan yang diterima Pemko Banjarmasin.
"Pemerintah Provinsi Kalsel menyarankan supaya lokasi dipindah ke kawasan Siring Nol Kilometer di Jalan Jenderal Sudirman " paparnya, Minggu (31/5/2026).
Ditambahkannya, pemindahan itu beralasan tempatnya lebih luas dan arus lalu lintas dinilai lebih padat, sehingga PLN mempertimbangkan untuk memindah.
Meski lokasi awal sudah terpasang tiang trafo, Ibnu memastikan area tersebut nantinya tetap diperbaiki apabila pemindahan jadi dilakukan.
Kehadirannya SPKLU dinilai menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan listrik di tengah tren penggunaan mobil listrik yang terus meningkat.
Sebab secara kapasitas, SPKLU itu direncanakan memiliki 10 titik pengisian daya untuk mobil listrik dan tiga titik untuk sepeda motor listrik.
Kendati ada rencana pemindahan lokasi, Ibnu memastikan posisinya tetap berada di kawasan pusat Kota Banjarmasin atau tidak jauh dari lokasi awal.
Menurutnya, penempatan SPKLU di kawasan siring juga memberi nilai tambah bagi pengguna kendaraan listrik.
Selama proses pengisian daya, masyarakat dapat menikmati suasana tepian sungai maupun kuliner di kawasan tersebut.
Ia menambahkan, penggunaan mobil listrik di Banjarmasin mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu faktor pendorongnya ialah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
"Kami ingin pengguna bisa melakukan charging lebih mudah, terlebih dekat dengan kawasan wisata,” tuturnya.
Dalam hal ini, Pemko Banjarmasin hanya menentukan titik. Pembangunan lanjutan hingga rampung secara fisik akan dilakukan sepenuhnya oleh pihak PLN, termasuk penentuan tarif layanan.
Selain itu, untuk pembagian hasil nanti akan bekerja sama dengan salah satu koperasi merah putih.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)