'Kedua tim tidak pantas menang' - Luis Enrique bantah PSG lebih baik dari Arsenal di final Liga Champions
Budi Santoso May 31, 2026 10:12 PM

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, memberikan penilaian yang mengejutkan dan jujur mengenai kemenangan timnya di final Liga Champions, dengan menyatakan bahwa baik PSG maupun Arsenal sebenarnya tidak pantas memenangkan pertandingan tersebut. Raksasa Prancis itu berhasil mempertahankan gelar Eropa mereka di Budapest, setelah menang 4-3 melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.


Enrique mengenang 'penderitaan' di Budapest


Meski PSG merayakan keberhasilan mempertahankan gelar Eropa secara beruntun, Enrique cepat menyoroti betapa tipisnya perbedaan antara kedua tim di Stadion Puskas Arena. Pelatih asal Spanyol itu menyaksikan bek Arsenal, Gabriel, gagal mengeksekusi penalti penentu dengan bola melayang di atas mistar, namun ia menolak anggapan bahwa timnya tampil lebih unggul dari juara Liga Primer Inggris tersebut sepanjang laga.


Menyoroti jalannya pertandingan, Enrique mengatakan kepada wartawan: "Adu penalti? Kami melakukannya seperti biasa untuk menentukan penendang. Para pemain memilih sendiri siapa yang paling siap mengambil penalti. Saya menonton adu penalti dengan tenang. Pertandingan ini sangat berat, penuh penderitaan. Tidak ada tim yang pantas menang dalam pertandingan ini. Tetapi jika saya menilai sepanjang musim, kami pantas memenangkan Liga Champions kedua kami."


Tantangan taktik dan peningkatan di babak kedua


Final tersebut menjadi pertarungan taktik di mana Arsenal memilih bertahan dengan blok rendah yang membatasi pergerakan menyerang khas PSG. Enrique mengakui bahwa para pemainnya kesulitan menembus pertahanan disiplin tim asuhan Mikel Arteta di babak pertama, meski ia puas dengan perubahan yang dilakukan setelah jeda.


"Kami seakan berada dalam mimpi. Sangat bahagia… Kami kesulitan menemukan ruang. Kami bermain lebih baik di babak kedua. Itu sulit untuk diatasi. Kami berhasil menyamakan kedudukan. Kemenangan beruntun ini luar biasa. Sekarang waktunya merayakan. Waktunya berlibur. Para pemain akan bergabung dengan tim nasional mereka, dan kami sebagai staf akan menikmati musim panas ini," tambah pelatih PSG itu.


Pendekatan bertahan Arsenal menuai kritik


Meski Enrique bersikap rendah hati dalam kemenangan, gelandang Portugal, Joao Neves, justru lebih kritis terhadap taktik Arsenal dan menilai tim Arteta kurang menunjukkan ambisi menyerang. Arsenal bertahan dalam sepanjang laga, mencatatkan penguasaan bola hanya 24,7% — angka terendah dalam sejarah final — yang menurut Neves membuat pertandingan menjadi kurang menarik.


"Kami pantas menang hari ini, karena PSG adalah satu-satunya tim yang benar-benar ingin bermain," ujar pemain berusia 21 tahun itu dalam wawancara usai laga, menyoroti perbedaan filosofi antara kedua tim.


Arteta puji 'tim terbaik di dunia'


Meski menelan kekalahan pahit, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tetap memberikan pujian tinggi kepada Enrique atas transformasinya terhadap PSG menjadi kekuatan taktis yang mampu menekan lawan hingga ke batas kemampuan mereka.


"Saya ingin memberi selamat kepada PSG, terutama kepada Luis, karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia," ujar Arteta. "Apa yang mereka lakukan dengan bola, melalui aksi individu, belum pernah saya lihat sebelumnya. Ini bukan tentang rencana bermain di area tertentu tanpa bola, tapi mereka memaksa Anda melakukannya. Jadi, semua itu layak mendapat apresiasi besar untuk para pemain." Setelah melewati musim yang melelahkan, kedua klub kini akan beristirahat, membangun kembali, dan bersiap menghadapi babak baru dalam sepak bola Eropa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.