WAJIB Belajar Bahasa Prancis Akan Diatur Kemendikdasmen, Qodari: Salah Satu Syarat Untuk Bisa Maju
Tommy Simatupang May 31, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan pelajaran bahasa Prancis menuai kontroversi. 

Prabowo dianggap terlalu cepat mengambil keputusan tanpa ada pertimbangan dari para akademisi di tingkat dasar dan menengah. 

Menanggapi ini Badan Komunikasi RI Muhammad Qodari mengatakan bahwa terkait instruksi itu akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

"Karena tentu untuk soal kurikulum pendidikan ranahnya ada di pendidikan dan dasar dan menengah,” kata Qodari.

Pendiri lembaga survei Indobarometer tersebut menjelaskan bahwa Intruksi Presiden Prabowo mengenai pembelajaran bahasa Prancis tidak terlepas dari pentingnya kemampuan berbahasa di tengah dunia yang saling terhubung.

“Iya kan kalau bahasa itu kan kita pertama kan ini kan dunia semakin global. Artinya kan kita makin salah satu syarat untuk bisa maju kan tentunya kemampuan berbahasa,” katanya.

Baca juga: PESAN Terakhir Brigadir Anton Tewas Mendadak Usai Gagal Kabur dari Penjara, Ogah Makan Berhari-hari

Baca juga: JEJAK Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Salah Satu Ujian Kepemimpinannya saat Insiden Binjai 2002

Menurut Qodari, pembelajaran bahasa asing tidak hanya terbatas pada satu bahasa khusus saja. Pembelajaran bahasa asing bisa sifatnya opsional seperti yang sudah diterapkan di beberapa sekolah.

“Maksudnya selain bahasa Inggris juga ada bahasa Mandarin. Jadi saya kira bahasa-bahasa yang disebut oleh Presiden kan bahasa-bahasa internasional,” pungkasnya.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah menginstruksikan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Prancis di sekolah sekolah Indonesia seiring dengan meningkatnya kemitraan kedua negara.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pernyataan pers bersama Presiden Macron di Istana Élysée, Paris , pada Kamis, (28/5/2026).

"Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Praboeo.

Kepala Negara mengatakan bahwa kerjasama Indonesia dan Prancis saat ini terus meningkat di sejumlah sektor.

Termasuk yang akan dibahas dalam kunjungan kali ini mulai dari pertahanan, energi, pendidikan, dan perdagangan.

“Kita dalam hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting, kerjasama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia-EUCEPA,” katanya.

Prabowo mengatakan bahwa hubungan Indonesia dengan Prancis sekarang ini berada di titik terbaik. Presiden berterimakasih kepada Macron yang ikut membantu mempercepat peningkatan kerjasama kedua negara.

“Kita ingin tingkatkan kerjasama ini, meningkatkan investasi di kedua negara,” pungkasnya.

Baca juga: PASUTRI Pemilik WO Marwah Catering Jadi Tersangka Tipu 58 Calon Pengantin, Korban Rugi Rp 2,6 Miliar

Baca juga: PESAN Terakhir Brigadir Anton Tewas Mendadak Usai Gagal Kabur dari Penjara, Ogah Makan Berhari-hari

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.