Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan program revitalisasi satuan pendidikan memberikan senyuman bagi para murid SMAN 4 Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat karena tidak lagi menumpang pada gedung sekolah lain.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu mengatakan kehadiran Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 4 Manokwari merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi pendidikan tahun 2026, ia menerangkan anggaran sebesar Rp8,1 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.
Langkah progresif ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan proses belajar para murid, namun juga dirancang menjadi motor penggerak ekonomi warga lokal lewat skema swakelola.
Kepala SMAN 4 Manokwari Iriandi Eendyasmoko menceritakan tantangan berat yang harus dihadapi oleh 60 murid angkatan pertama.
Sejak sekolah tersebut berdiri pada Juli 2025, kata dia, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan pada siang hari, mulai pukul 12.15 hingga 17.00 WIT, dengan meminjam fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari.
"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini," kata Iriandi.
Ia menambahkan pembangunan di lokasi yang berdekatan dengan SMP tersebut akan sangat memfasilitasi kebutuhan akses pendidikan menengah, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah Pantai Utara (Pantura).
Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari, yang salah satunya ialah Maria Aura Angeli Tampani.
Murid kelas 10 itu mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri.
Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain.
"Otomatis ya senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang nih, jadi otomatis ada rasa-rasa malu," kata Maria.
Teman satu angkatannya Filki Israel Kuai juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru tersebut.
Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.
“Harapannya sih semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,” katanya.





