MAMA SINTA Muncul Lagi Bantah Diculik dan Diintimidasi Aparat: Saya ke Jakarta Pakai Uang Pribadi
Tommy Simatupang May 31, 2026 11:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Keluarga Mama Yasinta atau Mama Sinta mengungkapkan bahwa kehilangan kontak dengan Mama Sinta hingga kaget sudah muncul di TV nasional di Jakarta. 

Mama Sinta yang merupakan pejuang tanah adat di Papua mendadak mengubah pernyataannya terkait kondisi kerusakan di Papua. 

Pemeran di Film Pesta Babi ini mendadak mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diduga merusak ekosistem hutan di Papua. 

Banyak spekulasi yang muncul bahwa Mama Sinta telah diintimidasi oleh oknum aparat. 

Kini Mama Sinta asal Merauke ini muncul lagi membantah spekulasi itu. 

Mama Sinta menegaskan, kedatangannya ke Ibu Kota murni atas inisiatif dan biaya pribadi untuk menuntut keadilan atas pencatutan wajahnya tanpa izin dalam film dokumenter berjudul "Pesta Babi".

Bantahan ini merespons beredarnya narasi dari akun media lokal @laolao_papua yang menarasikan bahwa dirinya dijemput paksa dan difasilitasi PT Jhonlin Group.

"Itu tidak benar nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopternya Haji Isam. Itu tidak ada, itu omong kosong. Itu namanya provokator," tegas Mama Sinta dikutip dari video, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: KRONOLOGI Pemuda di OKU Ditemukan Tewas Dengan Luka Gorok di Leher, Padahal Persiapan Acara Keluarga

Baca juga: PENYESALAN Kakek Soei Biantoro Gagal Selamatkan Istri Terjebak di Ruko yang Terbakar: Bojoku

Dia  juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan Haji Isam dan melakukan perjalanan dari Wanam ke Merauke, lalu membeli tiket pesawat menuju Jayapura hingga tiba di Jakarta secara mandiri.

Terkait isu keterlibatan aparat, perempuan berusia 62 tahun ini juga menepis keras adanya ancaman dari pihak militer. 

"TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya? Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya," ujarnya.

Lapor ke Polda Metro

Mama Sinta meminta publik dan pihak-pihak tertentu untuk tidak mengaitkan urusan pribadinya dengan isu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ia merasa martabatnya sebagai orangtua dan perempuan Papua direndahkan karena wajahnya terus-menerus ditampilkan dalam pemutaran film "Pesta Babi" tanpa sepengetahuan dan izin darinya.

"Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta. Dihentikan! Mulai dari hari ini dihentikan! Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu," pintanya.

Baca juga: Proyek Food Estate Wanam Papua Selatan tak Terkait Film Pesta Babi

Untuk menempuh jalur hukum, Mama Sinta didampingi kuasa hukumnya, TS Hamonangan Daulay, telah menyambangi Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026). 

Laporan tersebut telah resmi diterima dengan nomor register LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya. Pihak penyelenggara film dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Indikasi Provokasi 

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan koordinasi intelijen kewilayahan, terindikasi adanya upaya dari kelompok tertentu untuk sengaja memutarbalikkan fakta.

Terdapat laporan bahwa sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan organisasi mahasiswa menggelar konsolidasi pada Sabtu (30/5/2026) di Kimam, untuk merancang isu bahwa Mama Sinta dibawa ke Jakarta karena diancam akan ditembak oleh aparat di Wanam. 

Namun, pernyataan langsung dari Mama Sinta di Jakarta telah mematahkan seluruh skenario disinformasi tersebut.

"Saya ini hidup sendirian dari dulu. Tidak usah ikut campur urusan saya. Saya di Jakarta ada baik-baik, jadi kalian stop sudah," papar Mama Sinta.

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.