TERUNGKAP Kasus Daisuke Sato karena Ngaku Gaji di Klub Sekarang Kecil, Adhit: Persib Bayar Kemahalan
Kemal Setia Permana May 31, 2026 11:11 PM

Laporan Wartawan Persib Bandung, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG-  Adanya ancaman sanksi larangan transfer pemain baru bagi Persib dari FIFA (transfer ban), tidak membuat Persib khawatir.

Bahkan hal ini bukan hal yang mengejutkan bagi manajement Persib Bandung.

Deputy CEO Persib Bandung, Adhitia Putra Herawan, mengaku, sebenarnya manajemen Persib sudah aware untuk kasus Sato yang terjadi tahun 2023.

"Waktu itu ceritanya kan masih Luis Milla ya, pelatihnya dan Sato tuh diganti di pertengahan musim 2023/2024 ketika Bojan masukm," 

"Secara efektivitas juga kita bersyukur lah karena kan pergantian itu juga cukup berhasil, akhirnya kita juara di musim 2023/2024 kan, itu yang poin pertama," ujar Adhitia, saat dihubungi, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Persib Sudah Prediksi Kasus Daisuke Sato Bakal Muncul, Adhitia: Tidak Mengkhawatirkan

Adhitia mengatakan ketika kasus ini terjadi, itu pihaknya sudah memberi tanggapan.

Tahun lalu, kata dia, kasus ini masuk Court Of Abritation Of Sport.

Adhitia menjelaskan, di peraturan FIFA, ketika seseorang pemain keluar dari sebuah klub dengan sisa kontrak 2 tahun lagi, kemudian kerja di klub atau perusahaan lain, jika gajinya lebih besar dari Persib, maka itu sudah selesai.

"Tapi kalau gajinya lebih kecil, nah gaji lebih kecilnya ini kita mesti cek berapa selisihnya, makanya butuh waktu panjang, sekitar beberapa bulan," kata Adhitia.

Adhitia mengaku pihaknya mendapat info gaji Daisuke Sato di klub barunya jauh lebih kecil.

Untuk itu, Persib banding ke FIFA karena tak mungkin gaji Daisuke Sato sekecil itu di Filipina.

Itu, kata Adhit, gajinya kecil atau pihaknya memilih pemain yang salah, berarti bayaran Persib kemahalan untuk Sato.

"Akhirnya waktu itu berjalan berbulan-bulan, CAS itu ngecek dulu bener enggak gajinya segini, apakah ada per item, ada pesangon, segala macam. Pokoknya dicek semuanya,"

"Akhirnya baru keluarlah di 2 bulan yang lalu, ternyata kita dapat pengurangan. Seingat saya tuh sebelumnya Rp3,03 (miliar) Nah, setelah ke CAS itu turun jadi Rp 2,7 (miliar)," kata dia.

Jadi kata Adhitia, proses ini berjalan dan dilaluinya sehingga saat muncul kasus ini di publik, bukan sesuatu yang mengagetkannya.

Baca juga: Jadwal Persib di ACL Two, Kembali Diuntungkan Lawan Manila Digger karena Faktor Ini

"Wah ada kasus, enggak, kita udah tahu gitu. Memang jatuh temponya itu di kemarin, tapi kita juga enggak terlalu worry, kita pasti selesaikan gitu. Cuma kan kita juga butuh tahu numbers-nya berapa detailnya lah. Nah, pas udah clear berapa, pasti kita akan selesaikan sesegera mungkin lah gitu," tuturnya.

Jadi Adhitia menegaskan, ini kasus yang lama dan  ini bukan kasus yang pertama, kalau ingat, pihaknya  punya kasus yang sama, Wiliam Marcilio musim ini.

"Kita baik-baik aja, terminate juga, dia tuh kontraknya 1+1. Sama, mirip lah, tapi kita  berakhir dengan baik-baik aja. Kenapa, karena dengan Wiliam, kita itu melakukan proses negosiasi yang benar," ujar Adhitia.

Jadi menurut Adhitia, pihaknya, duduk bareng, negosiasi dan segala macam, akhirnya berakhir dengan kesepakatan.

"Enggak ada gugat-menggugat segala macam, selesai gitu," kata Adhitia.

Menurut Adhitia, kasus seperti ini terjadi di manajemen yang lama,  beberapa kali terjadi, sebelum Pak Glenn bertanggung jawab lagi di PT PBB, masuk dan merapihkan hal seperti itu.

"Kita tuh dulu sempat ada satu pelatih yang kontraknya itu 7 tahun, bingung, kok bisa ada 7 tahun. Makanya kita mulai bersih-bersih sekarang ini," kata dia.

Maka menurut Adhitia, kondisinya menuju ke yang lebih baik kelihatan sekarang.

"Kita enggak pernah ada kasus lagi sama siapa pun. Wiliam Marcilio, terminate juga fine-fine aja karena kita udah belajar dan kita mulai ngerapiin banyak hal," katanya.

Sehingga menurut Adhitia, kasus Sato itu bukan yang mengagetkan dan menghawatirkan pihaknya.

"Jadi bukan hal yang mengagetkan buat kita dan enggak usah khawatir, klub besar juga banyak mengalami ini. Jadi ini bukan karena kita bayar gaji telat, kita enggak menuhi haknya. Tapi memang ada proses CAS yang kita laluin dulu untuk ngecek kebenaran salary dia berapa sebenarnya, kita akan bereskan segera kok," ucapnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.