TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Pasuruan United harus puas berbagi angka pada laga perdana Grup N babak 64 besar Liga 4 Piala Presiden 2026.
Menjamu PSAP Sigli di Stadion R Soedarsono Pogar, Bangil, Minggu (31/5/2026), tim berjuluk Laskar Santri Mbeling itu bermain imbang 1-1.
Sejak peluit awal dibunyikan, anak asuh Bio Paulin tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif menyerang.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan melalui skema permainan yang dibangun Rico Hardiansyah dan kawan-kawan.
Baca juga: Meriah, Pasuruan United Launching Skuad Final untuk Liga 4 Piala Presiden
Baca juga: Masuk Grup N Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden, Pasuruan United Bidik Lolos Liga 3
Namun rapatnya lini pertahanan PSAP Sigli membuat setiap serangan Pasuruan United sulit berbuah gol.
Hingga turun minum, kedua tim masih bermain tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Pasuruan United kembali menekan pertahanan lawan.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-52.
Sepakan keras Nurchaqiqi dari luar kotak penalti meluncur deras ke pojok gawang PSAP Sigli tanpa mampu dijangkau penjaga gawang.
Gol itu disambut gemuruh ribuan suporter yang memadati stadion.
Unggul 1-0 membuat kepercayaan diri para pemain Pasuruan United meningkat.
Serangan demi serangan terus dilancarkan untuk menambah keunggulan.
Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata harus buyar pada masa injury time.
Memasuki menit ke-91, wasit menunjuk titik penalti setelah salah satu pemain Pasuruan United dinilai melakukan handsball di dalam kotak terlarang.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh eksekutor PSAP Sigli yang sukses menaklukkan penjaga gawang tuan rumah.
Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga pertandingan usai.
Presiden Klub Pasuruan United Bayu Aji Handayanto mengaku tetap bersyukur atas raihan satu poin pada laga pembuka tersebut.
Menurutnya, pertandingan pertama dalam sebuah turnamen selalu berlangsung sulit karena setiap tim masih berusaha menemukan ritme permainan terbaiknya.
“Alhamdulillah kami tetap mendapatkan satu poin. Laga pembuka memang selalu tidak mudah,” katanya.
Menurutnya, secara permainan timnya cukup menguasai pertandingan, tetapi kurang beruntung karena kebobolan lewat penalti di menit-menit akhir pertandingan.
Meski gagal meraih kemenangan, Bayu tetap optimistis Pasuruan United mampu melangkah ke babak berikutnya.
Ia menargetkan timnya menyapu bersih dua pertandingan tersisa di Grup N.
“Kami sudah mempelajari kekuatan dua tim lainnya. Insyaallah target kami enam poin dari dua laga berikutnya. Itu cukup untuk membuka peluang lolos ke babak 32 besar,” katanya.
Bayu juga memberikan apresiasi kepada PSAP Sigli yang dinilainya tampil disiplin sepanjang pertandingan.
“PSAP Sigli adalah tim yang bagus. Mereka juara di Aceh, dan memiliki permainan yang rapi,” tuturnya.
Dengan hasil tersebut, Pasuruan United mengoleksi satu poin dan masih menjaga peluang untuk melangkah ke babak selanjutnya.
Dua pertandingan sisa akan menjadi penentu langkah Laskar Santri Mbeling di putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2026.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)