Tunawisma Jadi PR Kota Surabaya, Wakil Wali Kota Armuji Minta Netizen Tak Sekadar Viralkan
Pipit Maulidya June 01, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Keberadaan tunawisma yang masih memanfaatkan fasilitas umum sebagai tempat tinggal sementara menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota Surabaya.

Menanggapi sebuah video yang mendadak viral di media sosial terkait para tunawisma yang kedapatan tidur di trotoar jalanan kota, Pelaksana Harian (Plh) sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, langsung angkat bicara.

Armuji menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Namun, ia juga meminta netizen dan masyarakat tidak sekadar memviralkan video tanpa menyertakan detail informasi yang jelas.

“Kalau saya tahu pasti langsung saya datangi, cuma kan kadang enggak diberi keterangan lokasinya di mana dan ditemukan berapa itu yang susah,” kata Pelaksana Harian (Plh) Surabaya itu di Balai Kota, Minggu (31/5/2026).

Menurut Armuji, ketidaklengkapan data berupa lokasi presisi dan waktu dalam unggahan di media sosial kerap menjadi kendala utama bagi petugas di lapangan untuk melakukan penertiban atau pemberian bantuan secara cepat.

“Biar kita bisa langsung ke sana. Kadang orang cuma sekadar upload tanpa dituliskan nama jalannya di mana, jam berapa, bisa jadi mereka hanya singgah atau memang menetap,” jelasnya.

Baca juga: WNA Jerman Dijambret di Wisata Kota Lama Surabaya, Pelaku Dibekuk Berkat Rekaman Video Call

Fokus Penataan Kota yang Berkelanjutan

Persoalan tunawisma jalanan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Surabaya.

Sementara, saat ini Pemkot Surabaya tengah gencar melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidup warga secara makro.

Mulai dari memperluas ruang terbuka hijau hingga memperkuat pengelolaan sampah melalui Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan rumah kompos.

Armuji mengungkapkan bahwa volume sampah yang berhasil dikelola kota ini sudah sangat masif demi kenyamanan warga.

Armuji menyebut, setiap hari sebanyak 168,62 ton sampah diolah di Surabaya.

“Sementara itu, pengelolaan sampah melalui pembangkit tenaga listrik sampah mampu mengelola sampah sampai dengan 1.600 ton per hari dan menghasilkan total kapasitas energi hingga 11 megawatt per hari,” terangnya.

Selain urusan kebersihan dan energi, pembenahan tata kota untuk mengatasi banjir juga terus digenjot melalui pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase sepanjang lebih dari 273,3 kilometer, yang berhasil mengurangi 295 lokasi titik banjir di Surabaya.

Guna memastikan kenyamanan seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui program pengentasan kemiskinan, pemerintah juga terus mengupayakan pembangunan dan perbaikan rumah layak huni sebanyak 11.294 unit serta pemasangan PJU di 123.366 lokasi sepanjang 2025.

Menutup keterangannya, Armuji menekankan bahwa penyelesaian PR sosial seperti masalah tunawisma tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja, melainkan membutuhkan sinergi kuat dari struktur masyarakat paling bawah.

“Kita juga terus memperkuat kampung sebagai pusat peradaban. Melalui kampung Pancasila, baik RW, para kader Surabaya hebat dan penggerak gotong royong warga,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.