Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Arteta Bongkar Alasan Tunjuk Magalhaes Jadi Penendang Kelima
Bonifasius Anggit Putra Pratama June 01, 2026 06:33 AM

X.COM/HQPCRT
Momen kapten PSG, Marquinhos, memeluk kompatriotnya yang bermain untuk Arsenal, Gabriel Magalhaes, usai gagal mengeksekusi penalti yang membuat The Gunners gagal menjuarai Liga Champions.

BOLASPORT.COM - Mikel Arteta membongkar alasan di balik penunjukkan Gabriel Magalhaes sebagai penendang kelima dalam adu penalti saat Arsenal gagal meraih gelar juara Liga Champions.

Misi The Gunners untuk merengkuh gelar Si Kuping Besar perdana gagal total pada musim 2025-2026.

Bermain di final Liga Champions yang berlangsung di Stadion Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB, Arsenal harus mengakui keunggulan PSG via adu penalti.

Sejatinya pasukan Mikel Arteta berhasil unggul cepat 1-0 pada menit ke-6 via gol Kai Havertz.

PSG lantas baru bisa menyamakan kedudukan di babak kedua lewat konversi penalti Ousmane Dembele.

Walhasil skor menjadi imbang 1-1 dan bertahan hingga laga berakhir normal.

Mengingat tidak ada gol tambahan yang menjadi pembeda, pertandingan dilanjutkan ke extra time 2x15 menit.

Hanya saja skor masih tetap sama kuat sehingga pemenang harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak tos-tosan inilah Arsenal menjadi pesakitan dan gagal merengkuh gelar juara.

Dua penendang mereka, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menunaikan tugasnya.

Sementara PSG hanya memiliki satu eksekutor yang gagal, yakni Nuno Mendes dengan sepakannya yang ditangkis oleh David Raya.

Les Parisiens lantas keluar sebagai pemenang berkat keunggulan 4-3 di babak adu penalti sekaligus memastikan juara back to back Liga Champions.

Sorotan lantas tertuju kepada Magalhaes yang menjadi penendang terakhir bagi Arsenal.

Sepakannya melambung di atas gawang dengan kiper lawan, Matvey Safonov, sejatinya sudah membaca arah bola.

Kegagalan bek asal Brasil itu menjadi algojo turut memastikan PSG menjadi juara Liga Champions.

Eksekutor kelima di babak adu penalti memang terbilang krusial bagi tim.

Namun, saat itu The Gunners sudah kehabisan pilihan untuk penendangnya.

Mereka-mereka yang terbiasa mengambil penalti seperti Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz sudah ditarik keluar.

Terkait hal itu, Mikel Arteta angkat bicara.

Arteta mengatakan bahwa Gabriel Magalhaes yang meminta dirinya untuk menjadi penendang terakhir.

Sejatinya dalam latihan Magalhaes tidak gagal untuk mengambil tendangan penalti.

Namun, ketidakberuntungan menaungi dirinya sehingga Arsenal gagal memenangkan Liga Champions.

"Dia ingin mengambil tendangan penalti kelima; jelas kami sudah mempersiapkan dan melatih skenario ini," ucap Arteta, dikutip dari Evening Standard.

"Biasanya, penendang penalti kami adalah Bukayo, Martin, dan Kai—itu sudah pasti."

Mikel Arteta memeluk dua pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze, dalam laga Liga Inggris melawan Chelsea di Emirates Stadium (1/3/2026).
ADRIAN DENNIS/AFP
Mikel Arteta memeluk dua pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze, dalam laga Liga Inggris melawan Chelsea di Emirates Stadium (1/3/2026).

"Kami tahu bahwa jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti, penendang penalti akan berbeda."

"Soal kualitasnya, ketika Ebs menendang penalti dalam latihan, dia tidak pernah gagal."

"Namun, kemudian Anda harus melakukannya di momen ini."

"Kami kurang beruntung karena tidak memiliki ketepatan dan efisiensi yang sama seperti yang mereka miliki, dan itulah alasan kami tidak berhasil memenangkannya," pungkasnya.

Bagi Arsenal, ini menjadi kegagalan kedua mereka di partai final Liga Champions.

Sebelumnya pada edisi 2006, mereka sempat menyentuh partai puncak.

Saat itu The Gunners menghadapi Barcelona dan harus mengakui keunggulan 2-1 sang lawan.

Meski memperoleh hasil mengecewakan di final kali ini, Arsenal menyudahi musim ini dengan pecah telur gelar Liga Inggris yang sudah lama ditunggu-tunggu sejak 22 tahun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.