Lagi Tegang-tegangnya Jagain Podium Ducati di MotoGP Italia, Pecco Bagnaia Kena 'Prank' Motor Sendiri
Ardhianto Wahyu June 01, 2026 06:33 AM

MOTOGP
Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, merayakan podium setelah finis ketiga dalam balapan MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Italia, 31 Mei 2026.

BOLASPORT.COM - Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, harus berjuang habis-habisan untuk meraih podium pada balapan MotoGP Italia. Kelegaan besar dirasakan Nuvola Rossa setelah mengatasi serangan terakhir.

Francesco Bagnaia menyelamatkan wajah Ducati setelah finis ketiga dalam balapan MotoGP Italia yang digelar di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu (31/5/2026).

Status Ducati sebagai penguasa Mugello (7 kemenangan dari 8 perhelatan terakhir GP Italia) hampir diinjak-injak Aprilia dengan peluang sapu bersih podium.

Setelah Marco Bezzecchi dan Jorge Martin dari tim pabrikan Aprilia menyalip Bagnaia pada paruh lomba, Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse menerornya untuk merebut tangga terakhir podium.

Sebagai informasi, Ogura sendiri merangsek dari belakang.

Dia lebih dulu mengalahkan jagoan-jagoan Ducati lain seperti Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46), Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing), sampai Marc Marquez (Ducati Lenovo).

Ogura pun berada di atas angin ketika keunggulan late race pace-nya dilawan Bagnaia yang sudah kehabisan ban.

Akan tetapi, Bagnaia mampu bertahan sampai titik darah penghabisan.

Sempat dilewati Ogura di entri tikungan terakhir yang panjang, pemenang GP Italia tiga kali itu menyalip balik dari sisi dalam untuk finis di depan Ogura dengan gap hanya 0,014 detik.

Bagnaia sendiri tidak hanya melawan Ogura dalam momen menegangkan.

Dituturkan juara MotoGP dua kali itu bahwa dia menghadapi kebingungan karena hitungan lap tersisa di motornya kelebihan satu.

Murid Valentino Rossi itu tidak menampik bahwa kehilangan podium di tikungan terakhir bakal terasa seperti bencana.

Bagaimana tidak? Bagnaia sempat lama memimpin balapan, tepatnya sampai lap ke-13 dari 23 yang dilangsungkan.

Selain itu Ducati menggunakan balapan GP Italia kali ini untuk merayakan ulang tahun mereka yang ke-100.

"Saya sedikit bingung karena di motornya tertulis dua lap lagi," kata Bagnaia, dilansir BolaSport.com dari Crash.net.

"Waktu melihat bendera finisnya, saya bilang terima kasih banyak karena tidak mungkin bertahan di depannya satu lap lagi."

Podium kali ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Bagnaia yang masih mengalami kesulitan dengan grip ban belakang.

Kemampuan Bagnaia dalam merawat ban mendadak hilang seiring kesulitan yang dialami dengan motor Ducati Desmosedici sejak musim lalu.

Catatan Bagnaia pada awal musim ini pun agak berbeda ketika dia justru lebih kuat di Sprint. Podiumnya lebih dulu muncul dalam sesi balapan setengah durasi Grand Prix.

Bahkan butuh tujuh seri bagi Bagnaia untuk naik ke podium.

Pada seri sebelumnya di Catalunya dia finis ketiga tetapi setelah diuntungkan penalti tekanan ban yang dialami Joan Mir.

"Dalam kasus saya, dalam dua musim terakhir, motornya mulai memiliki keseimbangan yang berbeda," tutur pembalap asal Chivasso, Italia.

"Kami hanya berusaha mengembalikan keseimbangannya agar seperti yang saya inginkan dan hasil yang diharapkan muncul."

"Jadi kami hanya meningkat secara bertahap, dengan langkah kecil, tetapi kami meraihnya."

"Saya cukup yakin bahwa di masa mendatang kami akan bertarung dengan mereka, bahwa pada momen itu kami sedikit lebih cepat."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.