TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kabar baik datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Gorontalo yang sempat menjalani perawatan medis saat berada di Mina dilaporkan telah pulih dan kembali bergabung bersama rombongan.
Jemaah tersebut diketahui bernama Ismail Huluo, anggota Kloter 28 asal Provinsi Gorontalo.
Kondisinya kini dinyatakan sehat dan masih berada dalam pemantauan tim kesehatan haji Indonesia.
Kepala Bidang Bina Layanan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji Provinsi Gorontalo, Syafwan Akie, mengatakan Ismail Huluo sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis ketika rangkaian puncak ibadah haji berlangsung di Mina.
"Ada satu orang jemaah yang sempat dirawat pada saat berada di Mina, atas nama bapak Ismail Huluo. Alhamdulillah sekarang sudah dalam kondisi sehat dan dalam pemantauan tim kesehatan haji Indonesia yang ada di Kloter 28," kata Syafwan melalui pesan WhatsApp, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: 7 Hari Tak Ada Hasil, Tim SAR Gorontalo Tutup Operasi Pencarian Hamid Lahabi
Syafwan menjelaskan, secara umum kondisi jemaah haji asal Gorontalo yang tergabung dalam Kloter 28 dan Kloter 30 berada dalam keadaan baik setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sebanyak 611 jemaah haji asal Gorontalo kini telah kembali ke hotel masing-masing dan bersiap menjalani tahapan ibadah berikutnya, termasuk tawaf ifadah.
Berdasarkan laporan yang diterima dari para ketua kloter, mayoritas jemaah berada dalam kondisi sehat meski baru saja menyelesaikan fase ibadah yang menguras tenaga dan fisik.
Meski demikian, para jemaah tetap diimbau menjaga kesehatan karena masih harus menjalani sejumlah rangkaian ibadah sebelum kembali ke Indonesia, termasuk aktivitas keagamaan selama berada di Madinah.
Di sisi lain, pemerintah mulai mempersiapkan proses pemulangan jemaah haji asal Gorontalo.
Jemaah Kloter 28 dijadwalkan berangkat dari Madinah pada 20 Juni 2026 dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada 21 Juni 2026.
Sementara jemaah Kloter 30 akan meninggalkan Madinah pada 22 Juni 2026 dan dijadwalkan tiba di Makassar sehari kemudian, yakni 23 Juni 2026.
Syafwan berharap seluruh jemaah yang berangkat ke Tanah Suci dapat kembali ke Indonesia dalam jumlah yang sama.
"Tentunya kita berharap bahwa jemaah Provinsi Gorontalo kita berangkat dengan jumlah 611 jemaah, insya Allah akan kembali juga dalam jumlah yang sama yaitu 611," ujarnya.
Untuk menyambut kepulangan jemaah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Gorontalo juga mulai melakukan berbagai persiapan.
Salah satunya melalui rapat koordinasi lintas instansi yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Rapat tersebut akan melibatkan sejumlah pihak terkait, mulai dari PPIH Provinsi Gorontalo, Kanwil Kemenhaj Gorontalo, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Imigrasi, Bea Cukai Bandara Djalaluddin Gorontalo hingga maskapai yang akan melayani proses pemulangan jemaah.(*)