TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak tujuh kali dalam kurun waktu enam jam terakhir terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB pada Senin (1/6/2026) hari ini.
" Teramati 7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter,"tulis dalam laporan harian yang diunggah oleh magma.esdm.go.id.
Selain itu, juga tercatat sebanyak 16 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-9 mm dan lama gempa 74.82-148.61 detik.
Lalu 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-29 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 16.47-58.43 detik.
Serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2 mm, dan lama gempa 28.17 detik.
Secara visual, puncak gunung terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin tenang ke arah timur.
Suhu udara sekitar 16.6-17°C. Kelembaban 81-88.1 persen. Tekanan udara 874.8-918 mmHg.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 1 Juni 2026, Hujan Ringan Guyur Sleman Utara
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level III.
BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).
Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Peringatan Penting:
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.
Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)