TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemilik wedding organizer (WO) Marwah membuat pengakuan mengejutkan di hadapan korban. Dia mengaku bisa membuat WO lain jika Marwah bangkut.
Padahal hingga kini pasangan suami istri (pasutri) tersebut sudah menipu puluhan pengantin.
WO Marwah merupakan milik pasutri ER dan RMS.
Kini keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Jakarta Timur.
Mereka ditangkap di rumah kotrakan wilayah Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (30/5/2026).
Berdasarkan hasil pendataan sementara menurut Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal, ada 58 pasangan calon pengantin yang menjadi korban penipuan WO Marwah di Jakarta Timur.
"Tercatat sebanyak 58 calon pengantin diduga menjadi korban penipuan penyelenggara pernikahan di Jaktim," katanya.
Dari total 58 pasangan yang terdata, dua pasangan diketahui tetap melangsungkan pernikahan.
Namun, layanan yang mereka terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh pihak penyelenggara.
Sementara itu, sebanyak 56 pasangan lainnya belum dapat melaksanakan acara pernikahan yang telah direncanakan karena layanan yang dijanjikan WO tersebut tidak terealisasi.
Dari 24 korban yang telah terdata, total kerugian sementara mencapai sekitar Rp 2.658.885.000 dan masih berpotensi bertambah.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Bayu Kurniawan menjelaskan uang milik korban kini sudah tidak ada.
Baca juga: Puluhan Calon Pengantin Ditipu WO Marwah, Kemana Duit Rp2,6 Miliar Milik Korban yang Diraup Pelaku?
Pasalnya pelaku menggunakan uang tersebut untuk gali lubang tutup lubang.
"Uang korban digunakan untuk menutupi acara pernikahan sebelumnya. Gali lubang tutup lubang," katanya.
RM dan ER diketahui menawarkan paket pernikahan kepada calon pengantin pertama.
Namun harga dari paket yang ditawarkan ternyata tak bisa menutup biaya operasional.
Sehingga, RM dan ER menutupi kekurangan biaya operasional calon penegantin pertama dengan uang dari calon pengantin kedua dan seterusnya.
Bayu masih mendalami apakah ada uang hasil menipu yang digunakan RM dan ER untuk kebutuhan pribadi.
"Masih dalam pendalaman," tutur Bayu.
Baca juga: Pengakuan Bos WO Marwah Tipu Puluhan Calon Pengantin, Uang Klien Dipakai Gali Lubang Tutup Lubang
Semnetara ER dan RM mengaku ke korban bahwa uang tersebut dipakai untuk menggaji karyawan dan vendor di cabang WO Marwah Bandung yang telah bangkut pada 2024.
"Kita juga tanyakan uang-uangnya itu ke mana? Kalau kata dia sih untuk gali lubang tutup lubang. Karena kan dia sempat bangkrut cabang di Bandung katanya di 2024," ujar Aldy (32), salah satu korban WO Marwah
"Jadi uang korban untuk gaji-gaji karyawannya sama (bayar) vendor. Infonya seperti itu," tambahnya.
Para korban kemudian dipertemukan dengan ER dan RM.
ER menjelaskan soal kondisi keuangan pribadi dan perusahaan.
ER berjanji pengembalian dana dilakukan dalam waktu enam bulan.
Namun, saat ditanya soal jaminan pembayaran, ER menyebut tidak ada aset khusus yang bisa dijadikan pegangan.
"Dia (ER) bilang enggak ada jaminan, paling cuma aset dia yang di Rorotan itu. Itu cuma berupa dekor, piring-piring, alat masak, semua itu aja sih sama busana," jelas Aldy.
Sementara ER mengaku kondisi keuangan sedang sulit.
"Menjelaskan situasi kita karena benar-benar," katanya.
Ia mengatakan jika tidak ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, dia bisa mengembalikan uang korban dalam waktu enam bulan.
"Kalau saya gak dihukum, bahasanya, saya bisa usahain dalam waktu 6 bulan, Insya Allah," katanya.
Bahkan ER mengaku bisa mencari uang dengan kembali berbisnis di bidang WO.
"Kalau Marwah bangkut saya bisa bangun yang lain," ucapnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t