SUPERBALL.ID - Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) telah mengumumkan sejumlah perubahan dalam peraturan permainan yang akan mulai diterapkan pada musim 2026/2027 dan seterusnya.
IFAB merupakan lembaga independen internasional yang memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan dan mengubah peraturan resmi dalam permainan sepak bola di seluruh dunia.
Badan ini merupakan satu-satunya otoritas yang diakui oleh FIFA untuk menyusun atau memperbarui aturan pertandingan resmi secara global.
IFAB telah mengonfirmasi bahwa beberapa perubahan peraturan akan mulai diberlakukan pada Piala Dunia 2026 yang akan digelar musim panas mendatang.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
“IFAB telah menyetujui sejumlah perubahan penting dalam Peraturan Permainan, dan Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen besar pertama yang mengimplementasikannya,” ujar Kepala Petugas Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, dikutip dari Reuters.
“Tujuan dari perubahan ini adalah untuk menanggulangi diskriminasi, mengurangi pemborosan waktu, meningkatkan tempo permainan, serta memperbaiki pengalaman bagi pemain dan penonton,” tambah Collina.
Berikut adalah daftar perubahan aturan permainan yang akan mulai berlaku di Piala Dunia 2026:
Pemain Dilarang Menutup Mulut
Pemain yang menutupi mulutnya menggunakan tangan, lengan, atau bagian pakaian dalam situasi konfrontatif akan langsung diganjar kartu merah.
Aturan ini diberlakukan setelah kasus Gianluca Prestianni dari Benfica yang dituduh melontarkan hinaan diskriminatif kepada Vinicius Jr dengan mulut tertutup.
Prestianni dijatuhi sanksi larangan bermain selama enam pertandingan oleh UEFA, dan hukuman tersebut kemudian diperluas ke seluruh dunia.
Sementara itu, pemain yang menutup mulutnya saat berbicara secara santai dengan rekan dari tim lawan tidak akan dikenai hukuman.
Pemain Dilarang Meninggalkan Lapangan
Pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit akan langsung mendapat kartu merah.
Aturan ini juga berlaku bagi ofisial tim yang mendorong pemain untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Jika tim menyebabkan pertandingan terhenti akibat tindakan tersebut, maka tim tersebut akan dinyatakan kalah.
Perubahan ini muncul sebagai reaksi atas insiden di mana tim nasional Senegal meninggalkan lapangan pada final Piala Afrika sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
Hitungan Mundur untuk Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang
Wasit kini akan melakukan hitungan mundur visual selama lima detik dengan mengangkat tangan.
Jika bola belum dimainkan hingga hitungan berakhir, maka lemparan ke dalam akan diberikan kepada tim lawan.
Apabila tendangan gawang tidak dilakukan hingga hitungan usai, maka lawan akan mendapatkan tendangan sudut.
Protokol Pergantian Pemain
Pemain yang diganti memiliki waktu maksimal 10 detik untuk meninggalkan lapangan setelah papan pergantian ditampilkan.
Pemain diwajibkan keluar melalui titik terdekat di garis batas lapangan.
Jika pemain tidak meninggalkan lapangan dalam batas waktu tersebut, maka pemain pengganti baru boleh masuk setelah satu menit sejak permainan dimulai kembali, dan setelah mendapat isyarat dari wasit.
Pengecualian berlaku untuk situasi cedera atau kondisi yang berkaitan dengan keamanan pemain.
Perawatan di Luar Lapangan
Pemain lapangan yang mendapat perawatan medis di lapangan harus meninggalkan area permainan selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan.
Pengecualian berlaku untuk kondisi seperti cedera penjaga gawang, benturan antara penjaga gawang dan pemain lain, cedera akibat tabrakan antar rekan setim yang membutuhkan pertolongan pertama, cedera serius seperti gegar otak, atau ketika pemain yang cedera akan mengambil tendangan penalti.
Protokol Video Assistant Referee (VAR)
“Kami mulai memperkenalkan VAR di kompetisi FIFA pada 2017 melalui Piala Konfederasi sebelum digunakan di Piala Dunia Rusia 2018,” ujar Collina.
“Kini kami menilai sudah waktunya meninjau kembali protokol yang dibuat ketika pengalaman penggunaan VAR masih sangat terbatas,” tambahnya.
VAR kini diizinkan untuk melakukan intervensi dalam beberapa situasi berikut:
- Pemberian kartu merah akibat kartu kuning yang jelas salah.
- Kesalahan identitas, di mana pemain yang salah diberi kartu karena pelanggaran yang dilakukan oleh orang lain.
- Keputusan tendangan sudut yang keliru, di mana VAR dapat memperbaikinya segera tanpa menunda jalannya pertandingan.
- Pelanggaran yang terjadi sebelum bola dimainkan kembali, misalnya pelanggaran oleh penyerang terhadap bek sebelum bola diluncurkan dari tendangan bebas.
“VAR akan merekomendasikan peninjauan di lapangan. Jika wasit memutuskan pelanggaran terjadi sebelum bola dimainkan, maka tindakan disipliner akan diambil dan situasi permainan akan diulang,” jelas IFAB.
Jeda Minum
Akan ada jeda minum selama tiga menit di setiap babak pertandingan.
Jeda tersebut biasanya terjadi di pertengahan babak, sekitar menit ke-22, namun wasit diberi fleksibilitas untuk menyesuaikan waktu sesuai situasi.
Misalnya, jika ada pemain yang mengalami cedera pada menit ke-20 dan memerlukan perawatan, wasit dapat menggunakan momen itu untuk memberi waktu istirahat minum.
Cedera Penjaga Gawang
Jika penjaga gawang menerima perawatan di lapangan, seluruh pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan meninggalkan area permainan. Mereka harus tetap berada di lapangan dan beristirahat bersama pelatih masing-masing.