Peringati Hari Lahir Pancasila, DPD PDIP DIY Perintahkan Kader Bantu Rakyat Hadapi Goncangan Ekonomi
Hari Susmayanti June 01, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026, di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan DIY. 

Upacara berlangsung khidmat dihadiri jajaran pengurus DPD, Satgas Cakrabuana, badan dan sayap partai, sejumlah komunitas juang PDI Perjuangan, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini oleh DPD PDI Perjuangan DIY secara khusus dijadikan momentum untuk merefleksikan situasi nasional dan tantangan daerah, terutama tantangan berat di sektor ekonomi kerakyatan, serta mendorong soliditas dan kegotong-royongan kader untuk lebih peka merasakan penderitaan rakyat.

Dalam amanatnya, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, menyampaikan bahwa di tengah situasi goncangan ekonomi nasional yang ditandai dengan kurs dolar nyaris menyentuh Rp18.000, seluruh kader harus menguatkan spirit kegotong-royongan.

Menurutnya, imbas dari geopolitik dan fluktuasi ekonomi dunia mulai menekan daya beli masyarakat hingga ke lapisan tingkat paling bawah.

"Kita ini partai besar yang punya tanggung jawab besar mewujudkan nilai-nilai Pancasila seperti persatuan dan keadilan sosial secara nyata di saat rakyat sedang tertekan," kata Nuryadi.

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY memerintahkan dengan tegas dan mewajibkan seluruh kader banteng di DIY untuk menjaga soliditas, bergerak dalam satu rampak barisan.

Seluruh elemen partai, baik yang duduk di struktural, legislatif, maupun eksekutif, harus menyatukan energi untuk bergotong-royong demi meringankan beban hidup masyarakat.

Ia memerintahkan seluruh kadernya untuk segera turun langsung ke akar rumput guna memastikan apakah masih ada orang tua yang kesulitan membayar biaya sekolah anak-anaknya, serta mendengarkan apakah masih ada warga yang kesulitan untuk memenuhi makan sehari-hari.

Baca juga: Warga Jogja Mulai Keluhkan Dampak Perburukan Ekonomi, PDIP Desak Realisasi Kebijakan Pro-Rakyat

Menurutnya, intisari Pancasila adalah gotong-royong, dan instrumen partai harus menjadi garda terdepan membantu wong cilik menghadapi masa-masa sulit.

"Saya ingatkan kembali, menjadi kader Banteng berarti siap menderita demi rakyat. Bung Karno pernah berpesan bahwa perjuangan membutuhkan pengorbanan. Buang jauh-jauh mentalitas yang hanya mau untung sendiri di partai ini," tegasnya.

Lebih lugas Nuryadi memerintahkan badan dan sayap partai untuk terus bergerak di sektor masing-masing, merangkul anak muda, kaum perempuan, pelaku UMKM, dan kaum marhaen.

Sementara itu, Satgas Partai harus tetap menjadi benteng pertahanan marwah partai yang disiplin dan setia pada garis komando.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar DPD PDI Perjuangan DIY ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.