TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA – Aksi pencurian kabel meresahkan warga Dusun Bina Raya, Desa Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kasus yang berulang kali terjadi itu membuat masyarakat berharap adanya peningkatan patroli dan pengawasan dari aparat kepolisian, terutama pada malam hari.
Belum lama ini, warga kembali dihebohkan dengan pencurian kabel yang melibatkan seorang pria berkebutuhan khusus.
Baca juga: Polisi Sapa Warga Saat Patroli Siang, Suasana Santai di Depan Rumah Warga dan Penuh Keakraban
Terduga pelaku diketahui memiliki kondisi tangan kanan yang telah diamputasi akibat insiden yang disebut-sebut berkaitan dengan kasus serupa di masa lalu.
Ketua RT 002 Dusun Bina Raya, M Rani, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Namun, ia mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung dan hanya menerima informasi dari warga setempat.
"Benar bang. Cuma waktu kejadian saya tidak di lokasi, tapi berdasarkan laporan warga kejadiannya itu beberapa hari lalu," ujar M Rani kepada tribunpontianak.co.id, Senin 1 Juni 2026.
Baca juga: Polres Singkawang Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa
Mengenai informasi yang beredar bahwa tangan terduga pelaku putus saat melakukan pencurian , M Rani menegaskan kabar tersebut tidak benar.
Menurutnya, amputasi yang dialami terduga pelaku terjadi pada kasus berbeda yang pernah terjadi sebelumnya.
"Gak, kalau informasi tangannya putus saat mencuri di malam itu tidak benar. Cuma memang pernah terlibat dalam kasus yang sama sampai tangannya diamputasi, cuma waktu itu memang tidak ada laporan," jelasnya.
Ia mengungkapkan, aksi pencurian kabel di wilayahnya bukanlah kejadian baru.
Warga bahkan mengaku sudah cukup lama merasa resah karena kasus serupa kerap berulang dan dinilai belum memberikan efek jera bagi pelakunya.
"Dia ini memang sering terlibat kasus itu. Dulu sampai tangannya diamputasi gara-gara curi kabel juga, cuma ya mungkin tidak ada laporan jadi dia hanya diamankan beberapa hari saja terus keluar," katanya.
Maraknya kasus pencurian kabel tersebut dinilai tidak hanya merugikan pemilik fasilitas, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat.
Karena itu, warga berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin pada malam hari guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.
"Kita ini bukan nama resah lagi kalau masalah pencurian ini, kita berharap agar pihak kepolisian sering-sering lah untuk mengontrol wilayah kami pada malam hari," harap M Rani.
Meski demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti perkembangan penanganan kasus terbaru tersebut, termasuk status terduga pelaku yang sempat disebut tertangkap saat diduga melakukan aksi pencurian kabel pada sebuah tower di wilayah setempat.
"Kalau saya tidak salah sih sudah diamankan ya, cuma saya tidak tahu ke Polsek atau ke Polda," pungkasnya.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, saat dikonfirmasi belum dapat memberikan penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi.