Kejanggalan Kiriman Sate Ayam Menewaskan Wanita di Boyolali, Keluarga Curigai Menantu Korban
Khistian Tauqid June 01, 2026 04:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Kasus kematian tidak wajar kembali mengguncang warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. 

Seorang perempuan paruh baya berinisial A (57), ditemukan meninggal dunia setelah mengonsumsi sate ayam misterius. 

Pihak keluarga yang merasa ada kejanggalan kini menuntut keadilan melalui jalur hukum.

Meskipun jenazah telah dimakamkan pada Selasa (19/5/2026), polisi akhirnya melakukan ekshumasi (pembongkaran makam) pada Sabtu (30/5/2026) untuk proses autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Pihak keluarga mencurigai bahwa sate ayam tersebut dikirim oleh menantu korban sendiri, yang berinisial P, melalui jasa ojek online. 

Kecurigaan ini diperkuat oleh hubungan yang tidak harmonis antara korban dan menantunya.

Kakak kandung korban, Widodo (61), membeberkan bahwa selama ini P sering bermasalah, terutama terkait urusan finansial.

“Terduga pelaku P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. Jadi P ini tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu,” ujar Widodo, Minggu (31/5/2026).

Widodo juga menambahkan bahwa rekam jejak P di lingkungan sosialnya tergolong buruk, yang memicu keraguan keluarga terhadap integritasnya.

“Track record P ini sudah jelek. Tiap hari cari utang ke teman-temannya dan sering main judi online,” lanjutnya.

Bukti lain yang memperkuat dugaan adanya zat berbahaya dalam sate tersebut adalah laporan bahwa sejumlah ayam yang memakan sisa sate tersebut juga mati mendadak.

PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura.
PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura. (TribunSolo.com)

Baca juga: Dulu Simbol Perlawanan Rakyat, Sate Kere Yu Tari Buktikan Kuliner Tradisional Bisa Naik Kelas

Kronologi Pengiriman Sate Ayam Misterius

Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari SH, menjelaskan secara rinci alur pengiriman makanan yang berujung maut tersebut. 

Berdasarkan keterangan saksi dan driver ojek online, terungkap fakta-fakta bahwa sate ayam dibeli di wilayah Pandean, Kecamatan Ngemplak.

Terduga pelaku meminta driver ojek online mengirimkan makanan ke rumah korban di Dukuh Sindon.

Nama pemesan yang tertera adalah Luriyanti (anak kedua korban), padahal yang bersangkutan mengaku tidak pernah mengirim makanan.

“Proses pembelian sate ayam di Desa Pandean hingga makanan tersebut diantar ke rumah korban diketahui dari cerita driver ojek online yang kemudian mengetahui kabar meninggalnya A dari tayangan di Facebook,” jelas Wiwik.

Sempat Ada Larangan dari Anak Korban

Sebelum menyantap sate tersebut, almarhumah A sebenarnya sempat merasa ragu dan menghubungi anaknya untuk mengonfirmasi kiriman itu.

“Awalnya tidak tahu siapa yang mengirim. Bahkan anak korban sempat meminta agar sate itu tidak dimakan karena pengirimnya tidak jelas,” terang Wiwik.

Saat ini, kasus "Sate Ayam Maut Boyolali" tengah ditangani secara intensif oleh aparat kepolisian. 

Hasil autopsi dari proses ekshumasi diharapkan menjadi bukti kunci untuk menentukan apakah ada unsur kesengajaan atau keracunan dalam kasus ini.

Pihak keluarga menyatakan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah namun berharap fakta yang sebenarnya segera terungkap.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.