TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Atmosfer Piala Dunia FIFA 2026 mulai terasa meski peluit kick off belum dibunyikan. Euforia turnamen sepak bola terbesar di dunia itu mulai menyebar hingga ke Jambi.
Meski Indonesia belum tampil di panggung Piala Dunia, dukungan masyarakat terhadap tim-tim unggulan mulai bermunculan.
Tak hanya dari kalangan pecinta sepak bola, sejumlah pejabat di Kota Jambi juga mulai menunjukkan pilihan negara favorit mereka untuk berlaga pada turnamen empat tahunan tersebut.
Salah satunya datang dari Sekretaris Daerah Kota Jambi, Ridwan.
Ridwan mengaku menjagokan Tim Nasional Prancis pada ajang Piala Dunia 2026. Menurutnya, Les Bleus masih menjadi salah satu tim yang memiliki peluang besar untuk melangkah jauh di turnamen tersebut.
"Tahun ini permainan Prancis cukup bagus. Kalau saya pribadi menjagokan Prancis," ujarnya.
Ridwan mengatakan pada gelaran Piala Dunia sebelumnya dirinya mendukung Argentina. Namun, untuk edisi 2026 pilihannya beralih kepada Prancis.
Ia menilai materi pemain yang dimiliki Prancis saat ini cukup merata di seluruh lini. Perpaduan pemain senior berpengalaman dengan talenta muda dinilai membuat skuad Les Bleus tampil solid dan komplet.
"Kalau menurut saya Prancis ini setidaknya semifinal sudah di tangan," katanya.
Menurut Ridwan, Kylian Mbappé masih menjadi pemain paling berpengaruh dalam permainan Les Bleus. Kecepatan, naluri mencetak gol, serta kemampuannya membuka ruang menjadi senjata utama yang sulit dihentikan lawan.
Pada Piala Dunia 2026, Prancis kembali masuk dalam daftar unggulan juara. Tim asuhan Didier Deschamps tersebut dinilai memiliki salah satu skuad terdalam di turnamen.
Di lini depan, Kylian Mbappé masih menjadi tumpuan utama. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta insting mencetak gol membuatnya menjadi ancaman bagi lini pertahanan lawan.
Tak hanya Mbappé, Prancis juga diperkuat sejumlah pemain yang tampil konsisten di kompetisi Eropa, seperti Ousmane Dembélé, Michael Olise, Aurélien Tchouaméni, hingga William Saliba.
Secara permainan, Prancis dikenal kuat dalam melakukan transisi menyerang dengan cepat. Mereka mampu menunggu lawan sebelum melancarkan serangan balik dengan tempo tinggi.
Pola 4-3-3 dan 4-2-3-1 diperkirakan masih menjadi skema andalan, dengan kekuatan utama pada kecepatan pemain sayap, agresivitas lini tengah, serta pertahanan yang disiplin.
Kedalaman skuad juga menjadi salah satu keunggulan Les Bleus. Saat pemain inti ditarik keluar, kualitas permainan dinilai tidak mengalami penurunan yang signifikan.
Kondisi tersebut membuat Prancis dianggap memiliki modal kuat untuk melaju hingga fase akhir turnamen.
Selain itu, Prancis juga memiliki pengalaman besar di Piala Dunia. Dalam dua edisi terakhir mereka selalu tampil kompetitif, yakni menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.
Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Edisi ini menjadi yang pertama digelar di tiga negara sekaligus.
Turnamen tersebut juga mencatat sejarah karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara, meningkat dari sebelumnya 32 tim.
Sebanyak 48 negara itu akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim. Juara dan runner-up grup, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik, akan lolos ke babak 32 besar.
Dengan format baru tersebut, total akan ada 104 pertandingan sepanjang turnamen sehingga menjadikannya Piala Dunia terbesar dalam sejarah FIFA.
Dari Jambi, dukungan untuk Les Bleus pun mulai terdengar.
Menarik untuk dinantikan apakah tim favorit Sekda Kota Jambi tersebut mampu memenuhi ekspektasi dan kembali berbicara banyak saat peluit kick off Piala Dunia 2026 resmi dibunyikan.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Polda Jambi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Implementasi Nilai-Nilai Pancasila