Piala Dunia 2026 Jadi Penyemangat, Gubernur Sebut Banyak Anak Sumbar Ingin Jadi Pemain Bola
Rahmadi June 01, 2026 03:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Piala Dunia 2026 dinilai dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda yang ingin berkarier di dunia sepak bola.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut banyak anak di Sumbar memiliki cita-cita menjadi pemain bola.

Temuan itu disampaikan Mahyeldi usai memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, keinginan anak-anak Sumbar menjadi pemain sepak bola ia temukan saat menjalankan Safari Ramadan beberapa waktu lalu.

Karena itu, Piala Dunia 2026 dapat menjadi sarana belajar bagi mereka untuk melihat langsung permainan tim-tim terbaik dunia.

Baca juga: Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Belajar, Gubernur Sumbar Ajak Anak Muda Tiru Hal Positif dari Sepak Bola

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Bagi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, ajang tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Mahyeldi mengatakan siaran Piala Dunia yang dapat dinikmati masyarakat melalui TVRI membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk menyaksikan langsung permainan tim-tim terbaik dunia.

"Alhamdulillah Piala Dunia ini akan disiarkan melalui TVRI. Saya kira ini langkah yang sangat positif sehingga masyarakat, khususnya anak-anak kita yang menyukai sepak bola, bisa menyaksikan pertandingan tersebut," kata Mahyeldi.

Menurutnya, Piala Dunia dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda yang memiliki mimpi berkarier di dunia sepak bola.

Baca juga: Daftar Harga BBM Sumbar 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun, Cek Rinciannya

"Banyak anak-anak yang saya temui menyampaikan ingin menjadi pemain bola. Ini cita-cita yang mulia dan luar biasa. Karena itu, Piala Dunia menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar dari pemain-pemain terbaik dunia," ujarnya.

Mahyeldi menilai pertandingan-pertandingan yang tersaji selama Piala Dunia bisa menjadi bahan evaluasi bagi perkembangan sepak bola nasional.

Tidak hanya pemain muda, para pelatih dan pecinta sepak bola juga dapat memetik pelajaran dari strategi, kedisiplinan, pola latihan, hingga semangat kompetitif yang ditunjukkan negara-negara peserta.

"Kita bisa mengevaluasi bagaimana perkembangan sepak bola kita. Hal-hal positif yang ada di Piala Dunia dapat kita tiru dan terapkan untuk kemajuan sepak bola Indonesia," katanya.

Menurut Mahyeldi, kemajuan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu pemain, tetapi juga dipengaruhi pembinaan yang berkelanjutan, kedisiplinan, serta kerja sama tim yang baik.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Gubernur Sumbar Ingatkan Pentingnya Adab di Ruang Publik, Singgung Abu Janda

Karena itu, ia berharap momentum Piala Dunia 2026 dapat dimanfaatkan sebagai ajang belajar bersama, bukan hanya menjadi hiburan semata.

"Ini menjadi pembelajaran bagi para pelatih, pecinta sepak bola, dan generasi muda kita. Mudah-mudahan dari sini lahir semangat baru untuk memajukan sepak bola Indonesia," tuturnya.

Mahyeldi berharap semakin banyak anak-anak di Sumbar yang termotivasi untuk mengembangkan bakatnya di bidang olahraga, khususnya sepak bola, sehingga suatu saat mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.