TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Euforia menyambut Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 itu menjadi salah satu ajang yang paling dinantikan masyarakat.
Ketua KONI Nunukan, Muhammad Yasin, mengaku sudah memiliki tim unggulan yang dijagokan untuk meraih gelar juara dunia. Meski menyebut sejumlah negara kuat seperti Spanyol dan Argentina, pilihannya tetap jatuh kepada Brasil.
"Kalau saya tim jagoannya cukup banyak, ada Brasil, Spanyol, dan Argentina. Tapi kalau dari kecil saya memang selalu mengidolakan Brasil," kata Muhammad Yasin kepada TribunKaltara.com, Senin (1/6/2026).
Ia mengaku sosok yang membuatnya semakin mencintai tim berjuluk Selecao itu adalah Neymar Jr yang selama ini menjadi pemain favoritnya.
Baca juga: Piala Dunia 2026, Ini 4 Jersey Paling Diburu Pecinta Sepak Bola di Malinau
Menurut Muhammad Yasin, Brasil memiliki komposisi pemain yang lengkap dan kualitas yang mampu membawa mereka bersaing hingga babak akhir turnamen.
"Kalau melihat materi pemain Brasil saat ini, saya optimistis mereka bisa memenangkan banyak pertandingan dan menjadi juara Piala Dunia 2026. Brasil adalah tim yang selalu punya ambisi besar di setiap turnamen," ujarnya.
Meski demikian, ia tidak mengabaikan kekuatan Argentina yang juga diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat peraih trofi.
"Kalau melihat sejarah dan kekuatan tim, Argentina tetap menjadi lawan yang harus diperhitungkan karena mereka pernah menjuarai Piala Dunia. Tetapi Brasil juga sangat matang dan punya peluang besar," katanya.
Selain membahas tim favorit, Yasin mengungkapkan KONI Nunukan berencana menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia sebagai wadah bagi para pecinta sepak bola untuk menikmati atmosfer turnamen bersama-sama.
Baca juga: Ketua The Macz Man Kaltara Jagokan Belanda Juara Piala Dunia 2026, Idolakan Virgil van Dijk
Namun rencana tersebut masih menghadapi kendala karena perbedaan waktu antara lokasi penyelenggaraan Piala Dunia dengan Indonesia.
"Kami berencana mengadakan nobar, tetapi jadwal pertandingan banyak yang berlangsung pagi hari waktu Indonesia. Ini menjadi tantangan karena bertepatan dengan jam kerja dan aktivitas masyarakat," ujarnya.
Meski begitu, ia menilai antusiasme masyarakat Nunukan terhadap Piala Dunia sangat tinggi.
Menurutnya, turnamen yang digelar setiap empat tahun sekali itu selalu menjadi tontonan yang ditunggu-tunggu.
"Antusiasme masyarakat Nunukan cukup luar biasa. Piala Dunia selalu menjadi momen yang dinanti karena menghadirkan pertandingan berkualitas dan
mempertemukan tim-tim terbaik dunia," katanya.
Muhammad Yasin juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi sportivitas saat mendukung tim favorit masing-masing, terutama ketika mengikuti kegiatan nonton bareng.
"Pesan saya kepada masyarakat Nunukan, saat nobar nanti mari kita jaga kondusivitas, hindari kericuhan, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Beda dukungan itu biasa, tetapi persaudaraan harus tetap diutamakan," pungkasnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid