PJSI Sumut Gelar Tes Fisik Atlet PPI dan Blind Judo, Hasil VO2Max Alami Peningkatan Signifikan
Randy P.F Hutagaol June 01, 2026 05:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumatera Utara terus memantau perkembangan atlet-atlet binaannya melalui program evaluasi berkala. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar tes fisik bagi atlet Program Pembinaan Intensif (PPI) dan atlet Blind Judo di Stadion Universitas Negeri Medan (Unimed), Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 13 atlet yang terdiri dari delapan atlet PPI Judo dan lima atlet Blind Judo. Sementara dua atlet PPI dan dua atlet Blind Judo lainnya tidak mengikuti tes karena tengah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

Tes fisik ini menjadi bagian dari program evaluasi rutin yang dilakukan setiap tiga bulan atau per semester untuk mengukur perkembangan kondisi fisik, kemampuan teknik, serta efektivitas program latihan yang telah dijalani para atlet.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PJSI Sumut, Eka Wirawan, mengatakan hasil tes kali ini menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Mayoritas atlet mengalami peningkatan dibandingkan hasil tes awal yang dilakukan pada awal tahun 2026.

"Atlet PPI Judo maupun atlet Blind Judo memang secara rutin menjalani tes fisik setiap tiga bulan. Tujuannya untuk melihat sejauh mana perkembangan kondisi fisik, kemampuan teknik, dan hasil dari program latihan yang mereka jalani selama ini," ujar Eka Wirawan.

Menurutnya, peningkatan kondisi fisik para atlet terlihat dari hasil pengukuran kapasitas aerobik atau VO2Max yang menjadi salah satu indikator utama kebugaran atlet.
Dari hasil tes terbaru, rata-rata atlet mencatatkan nilai VO2Max di kisaran 45 hingga 52. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hasil pengukuran pada awal tahun.

"Kalau dilihat dari hasil tes fisik, rata-rata atlet mengalami peningkatan. Untuk nilai VO2Max mereka berada di kisaran 45 sampai 52. Ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik dibandingkan tes awal tahun," katanya.

Eka menjelaskan, tes fisik tersebut juga menjadi bagian penting dalam persiapan atlet PPI Judo menghadapi Kejuaraan Kasad Cup yang akan berlangsung di Cilodong pada 26 hingga 29 Juni 2026 mendatang.

Saat ini para atlet tengah memasuki fase persiapan menuju ajang tersebut sehingga kondisi fisik menjadi salah satu aspek yang terus mendapat perhatian dari tim pelatih.

"Untuk atlet PPI, tes ini menjadi salah satu bagian dari persiapan menghadapi Kasad Cup di Cilodong. Saat ini mereka memang sedang berada dalam tahapan persiapan menuju kejuaraan tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, PJSI Sumut tidak hanya menargetkan prestasi pada kejuaraan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan atlet-atlet potensial untuk menghadapi ajang multievent nasional di masa mendatang.

Sejumlah atlet yang saat ini tergabung dalam program pembinaan diproyeksikan menjadi tulang punggung Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028 untuk atlet Blind Judo.

Karena itu, pemantauan kondisi fisik dan perkembangan performa atlet dilakukan secara berkelanjutan agar proses pembinaan dapat berjalan optimal.

"Kami berharap target medali emas yang sudah diprogramkan bisa tercapai. Atlet-atlet ini terus kami persiapkan dan rawat untuk menghadapi PON NTT-NTB 2028 maupun Peparnas 2028. Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik mereka agar pembinaan berjalan berkesinambungan dan prestasi terus meningkat," pungkas Eka.

Hasil tes fisik yang menunjukkan tren positif tersebut menjadi modal berharga bagi PJSI Sumut dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya menghadapi berbagai kejuaraan mendatang, sekaligus menjaga peluang meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

(Cr29/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.