Beruang Madu Masuk ke Pemukiman Warga Kerumutan Pelalawan, Tim BKSDA Riau Pasang Box Trap
Muhammad Ridho June 01, 2026 06:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Seekor beruang madu dilaporkan masuk ke pemukiman warga di Dusun Kopao Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan pada Jumat (29/5/2026) malam lalu.

Beruang berukuran besar berwarna hitam itu, terlihat mendekati rumah warga yang diduga berasal dari areal hutan yang tidak jauh dari perkampungan.

Warga yang mengetahui kedatangan beruang madu itu langsung berkumpul di lokasi dan berupaya menghalau menggunakan lampu senter. Setelah cahaya senter diarahkan ke beruang beberapa lama, akhirnya beruang bermoncong putih itu kembali ke semak-semak. 

"Sudah beberapa kali beruang itu masuk ke perkampungan. Masyarakat kuatir terjadi konflik dan menimbulkan korban," kata warga Kerumutan, Ewin (40) kepada tribunpekanbaru.com, Senin (1/6/2026).

Kemunculan beruang madu ini telah dilaporkan kepada pihak kelurahan dan aparat setempat. Kemudian diteruskan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Menanggapi laporan tersebut, BBKSDA Riau mengirimkan tim ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Sabtu (30/5/2026) lalu dari Resor KSDA Kerumutan Selatan dan Resor KSDA Kerumutan Tengah. Tim melakukan pengecekan dan mitigasi di lokasi kemunculan beruang madu dengan nama latin helarctos malayanus.

"Tim dilapangan telah memasang kandang jebak atau box trap pada hari Sabtu 30 Mei 2026 lalu, sebagai salah satu langkah penanganan untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar tersebut," ungkap Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono.

Sejak box trap dipasang, satwa tersebut belum masuk ke dalam perangkap hingga saat ini. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejak malam hari sebelumnya tidak terdapat lagi laporan kemunculan beruang di sekitar permukiman warga. Sampai dengan hari ini, masyarakat juga belum melaporkan keberadaan satwa tersebut di lokasi lain.

Baca juga: Zelvin Pura-pura Pingsan, Kronologis Kakak Adik di Pelalawan Dibegal Versi Keluarga, Kakaknya Tewas

"Tim BBKSDA Riau masih tetap bersiaga dan melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi, untuk memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan kemunculan kembali satwa tersebut," tambah Supartono. 

BBKSDA Riau memastikan, jika lokasi keberadaan beruang berada di area kebun kelapa sawit milik warga dan berjarak cukup jauh dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan. Tim juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat setempat, dan masyarakat guna memperoleh informasi terkini terkait pergerakan satwa.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa. Kemudian segera melaporkan kepada petugas, apabila kembali melihat keberadaan beruang madu di sekitar pemukiman masyarakat.

Melalui upaya mitigasi yang dilakukan secara terpadu, diharapkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisir, sekaligus menjaga kelestarian beruang madu sebagai salah satu satwa yang dilindungi.

"Mari bersama-sama kita jaga kelestarian satwa yang dilindungi sekaligus menjaga keamanan ruang hidup masyarakat," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.