Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Berkat kerja sama masyarat dengan bersumber dana swadaya akses jalan nasional Bireuen-Takengon di kawasan Enang-enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah akhirnya membuahkan hasil.
Informasi yang diterima TribunGayo.com, jika perhari ini Senin (1/6/2026), jalur utama lintas nasional yang menghubungkan wilayah pesisir dengan dataran tinggi Gayo itu sudah bisa dilalui kendaraan usai sebelumnya lumpuh total selama berbulan-bulan pascabencana.
Baca juga: Jalan Nasional Enang-enang Bener Meriah Masih Lumpuh, Warga Swadaya Turun Tangan Bersihkan Longsor
Karena dinalai lamban, serta berdampak berdampak pada ekonomi dan mobilitas, warga lalu berinisiatif mengumpulkan dana secara patungan dalam beberapa hari terakhir.
Dana swadaya tersebut digunakan untuk menyewa alat berat guna membersihkan material longsor yang menutupi jalan tersebut.
Upaya gotong royong warga ini membuahkan hasil hingga kendaraan roda dua maupun roda empat kini mulai dapat melintas di lokasi.
Dalam proses pembersihan, personel Koramil 04 Pintu Rime Gayo ikut melaksanakan pengawalan dan pemantauan kegiatan perbaikan jalan di kawasan Enang-enang.
Hal ini diambil demi mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur serta menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung.
Jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan lintas nasional Takengon-Bireuen.
Babinsa Koramil 04 Pintu Rime Gayo Kopka Supriatna, menjelaskan bahwa perbaikan jalan di Enang-enang ini merupakan murni upaya masyarakat setempat yang dilakukan secara swadaya.
Untuk memastikan prosesnya berjalan aman, tertib, dan lancar, Babinsa turun langsung membantu pekerjaan di lapangan guna mempercepat perbaikan.
"Berkat kerja keras bersama, saat ini progres perbaikan akses tersebut sudah mencapai 80 persen dan kendaraan mulai bisa dilalui," ujarnya.
Baca juga: Jalur Wih Porak di Bener Meriah Kerap Lumpuh, Salwani Desak Perbaikan Jalan Utama Enang-enang
Sementara di sisi lain, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah dan perwakilan masyarakat juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi Enang-enang untuk melihat kondisi terkini pascabencana longsor yang dilaksanakan pada 29 Mei 2026.
"Jadi berdasarkan hasil peninjauan dan kajian teknis, kerusakan pada ruas Enang-enang rupanya masih cukup kompleks dan memiliki tingkat risiko yang tinggi akibat kondisi tanah yang labil," tulis BPJN Aceh melalui akun media sosial resminya.
Dituliskan, kendala utama di lokasi enang-enang tidak hanya berupa longsoran yang menutupi badan jalan, tetapi juga adanya kerusakan berat pada area jembatan sehingga akses utama belum dapat difungsikan sepenuhnya bagi pengguna jalan.
Meskipun BPJN Aceh sangat mengapresiasi kepedulian serta semangat gotong royong masyarakat yang bergerak cepat membuka akses pada beberapa titik longsoran, faktor keselamatan bersama tetap menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk tetap memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia hingga penanganan lebih lanjut selesai dilaksanakan.
"Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama, masyarakat tetap diimbau menggunakan jalur alternatif yang telah tersedia," ujar Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh, Zulkarnain.
Kehadiran pihak BPJN Aceh di lokasi ini merupakan bagian dari koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Sejak awal terjadinya bencana, berbagai upaya penanganan memang terus dilakukan pada titik-titik terdampak untuk menjaga konektivitas wilayah.
BPJN Aceh menegaskan berkomitmen untuk terus berkoordinasi guna menyiapkan langkah penanganan yang tepat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan informasi terkait perkembangan perbaikan ini akan selalu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. (*)
Baca juga: Jalan Kelok Tajuk Enang-Enang di Bener Meriah Bakal Dirombak, Butuh Anggaran Rp 80 Milliar