Masuk 10 Besar Kenaikan IPH di Pulau Jawa, Pemkab Indramayu Siapkan Strategi Intervensi Pasar
Dwi Yansetyo Nugroho June 01, 2026 05:11 PM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu tampaknya bergerak cepat untuk menyiapkan strategi dalam mengintervensi harga kebutuhan pokok di pasaran.

Hal itu berkaitan Kabupaten Indramayu menempati posisi keenam dalam 10 kota dan kabupaten di Pulau Jawa yang mencatat kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) tertinggi pada akhir Mei 2026.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti, mengatakan, komoditas utama yang memicu kenaikan IPH di Indramayu didominasi kelompok holtikultura, dari mulai cabai merah, cabai rawit, bawang merah, hingga lainnya.

Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026, di Cirebon dan Kuningan Masih Kokoh di Level Ini

Karenanya, menurut dia, Pemkab Indramayu tidak akan tinggal diam, dan langsung mengoordinasikan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk merumuskan strategi khusus dalam mengintervensi harga pasar.

"Sebagai tindak lanjutnya, kami langsung memetakan permasalahan di lapangan untuk memastikan harga maupun stok bahan pokok tetap aman dan terkendali," kata Asep Abdul Mukti dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).

Ia mengatakan, salah satu upayanya ialah mengoptimalkan kerja sama antardaerah untuk menambah pasokan bahan pokok, khususnya yang menyumbang inflasi, dan memperkuat mitigasi di tingkat petani.

Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026, di Cirebon dan Kuningan Masih Kokoh di Level Ini


Selain itu, Pemkab Indramayu juga bakal memperketat monitoring sektor pertanian lokal, dan mengerahkan seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk mengantisipasi ancaman organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

"Sesuai arahan Kementerian Pertanian, produktivitas panen lokal iti tidak hanya ditentukan jalur distribusi, tetapi turut dipengaruhi faktor cuaca, serangan hama, dan lainnya," ujar Asep Abdul Mukti.

Ia menyampaikan, perangkat daerah terkait juga telah diinstruksikan untuk memperketat pengawasan di sektor hulu pertanian demi memastikan tercapainya target hasil panen lokal.

Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026, di Cirebon dan Kuningan Masih Kokoh di Level Ini


Pihaknya mengakui, pemerintah pusat pun menginstruksikan pemerintah daerah untuk memonitor langsung seluruh lahan pertanian, karena posisi Indramayu sebagai salah satu daerah yang menjadi lumbung pangan di Jawa Barat.

"Kami akan mengintensifkan gerakan pengendalian hama untuk menstabilkan hasil panen berikutnya, sehingga mampu menekan kenaikan IPH di Kabupaten Indramayu," kata Asep Abdul Mukti.
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.