Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pencurian sejumlah sepeda motor di area konser musik di kawasan Bandung Timur menjadi alarm bagi industri penyelenggara acara.
Pegiat promotor dan event organizer sekaligus perwakilan NUPABS Event, Pablo, menilai pengelolaan parkir pada acara besar tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terlebih jika hanya memanfaatkan lahan kosong tanpa sistem keamanan yang memadai.
Menurut dia, area parkir sebaiknya dikelola langsung oleh tim internal penyelenggara atau menggunakan jasa pengelola parkir profesional yang memiliki standar keamanan jelas.
Baca juga: Pencurian Motor saat Konser Musik di Tritan Poin Bandung, Farhan Soroti Parkir: Jangan Cuma Mengutip
"Memang sulit kalau parkir hanya dikelola sembarangan di lahan kosong yang tidak dilengkapi sistem yang baik dan keamanan yang lengkap. Sebaiknya pengelola parkir dari tim internal atau menggunakan vendor parkir profesional," kata Pablo, kepada Tribunjabar.id, Senin (1/6/2026).
Ia mengatakan, jika penyelenggara terpaksa mengelola parkir secara mandiri, maka sistem satu pintu masuk dan satu pintu keluar perlu diterapkan.
"Selain itu, pemeriksaan kendaraan harus dilakukan secara ketat," imbuhnya.
Pablo menyarankan setiap pengunjung diingatkan membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saat memarkirkan kendaraan.
Saat keluar area parkir, kata dia, petugas juga harus mencocokkan STNK dengan kendaraan yang dibawa.
"Memang sulit dan ribet, tetapi tidak ada pilihan lain kalau ingin lebih aman," ujarnya.
Pablo juga menyoroti praktik pengelolaan parkir yang diserahkan kepada oknum organisasi masyarakat (ormas).
Menurutnya, langkah tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan mulai dari tarif yang tidak jelas hingga lemahnya tanggung jawab ketika terjadi insiden.
"Jangan pernah area parkir dilimpahkan atau dikelola oleh oknum ormas. Harga parkir sering tidak karuan, tanggung jawab kurang, dan ketika terjadi sesuatu sering lempar tanggung jawab. Parahnya lagi, jika yang menjaga parkir dalam kondisi minuman beralkohol," katanya.
Pablo menambahkan, penyelenggara acara atau pengelola parkir sebaiknya memasang CCTV yang menjangkau seluruh area parkir sehingga dapat membantu merekam dan melacak apabila terjadi tindak kriminal atau kejadian yang tidak diinginkan.
Baca juga: Pencurian Motor saat Konser Musik di Tritan Poin Bandung, Farhan Soroti Parkir: Jangan Cuma Mengutip
"Mengingat harga CCTV pun banyak yang tidak terlalu mahal, tapi tetap canggih dan fungsinya juga baik," kata Pablo.
Senada dengan itu, pelaku event organizer lainnya di Kota Bandung, Farhan, mengatakan persoalan parkir kerap dianggap sepele dalam perencanaan sebuah acara.
Padahal, aspek tersebut menjadi salah satu titik krusial yang menentukan keamanan pengunjung.
"Parkir memang hal kecil yang sering tidak dibahas rinci. Mulai dari alur masuk-keluar kendaraan sampai penempatan area parkir harus diperhatikan," ujarnya.
Selain aspek teknis, Farhan menilai terdapat persoalan nonteknis yang kerap dihadapi penyelenggara acara, terutama terkait perizinan dan keterlibatan berbagai pihak di sekitar lokasi kegiatan.
"Sejumlah kegiatan pemerintahan, penyelenggara biasanya mengajukan pemanfaatan lahan parkir tambahan di gedung atau fasilitas sekitar venue dengan pengamanan yang dilakukan oleh petugas atau security keamanan masing-masing lokasi," jelasnya.
Namun dalam praktiknya, penyelenggara juga sering berhadapan dengan kelompok masyarakat atau juru parkir yang merasa terdampak oleh penyelenggaraan acara.
"Nah, ada juga ormas atau tukang parkir yang terdampak dari acara yang diadakan. Biasanya mereka meminta uang atau bentuk kompensasi lainnya," kata Farhan.
Terkait kasus pencurian kendaraan di kawasan Bandung Timur, Farhan menilai wilayah tersebut memang memiliki kerawanan yang cukup tinggi terhadap tindak kriminal seperti pencopetan, pencurian sepeda motor hingga begal.
Ia menduga banyak pihak yang merasa memiliki kepentingan dalam kegiatan yang digelar di kawasan tersebut, mulai dari warga setempat, karang taruna, pengurus lingkungan, organisasi masyarakat hingga aparat yang terkait dengan perizinan.
Farhan menilai penggunaan vendor parkir profesional menjadi salah satu solusi untuk meminimalkan risiko kehilangan kendaraan.
Menurutnya, vendor parkir umumnya memiliki fasilitas dan prosedur keamanan yang lebih lengkap.
"Kalau menggunakan vendor parkir biasanya ada CCTV, penitipan helm, rambu-rambu pengingat untuk mengunci ganda kendaraan, penataan area parkir yang jelas, hingga patroli rutin di area parkir setiap 10 menit sekali," ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggara acara besar tidak seharusnya hanya mengandalkan satu pihak dalam menjaga keamanan area parkir.
Baca juga: Bantah Polisi, Korban Motor Hilang saat Konser di Tritan Point Bandung Parkir di Parkiran Resmi
"Terkadang mengandalkan pihak keamanan atau warga saja tidak bisa. Untuk acara besar jangan mengandalkan satu pihak karena pengawasan area parkir membutuhkan banyak personel," kata Farhan. (*)