Kehadiran IAIN Penting bagi Daerah, Pemkab Tana Tidung Siapkan Hibah Lahan 5 Hektare di Puspem
Junisah June 01, 2026 05:50 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemkab Tana Tidung mulai mendorong pendirian perguruan tinggi keagamaan negeri di wilayahnya dengan menyiapkan lahan hibah untuk mendukung pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan, usulan tersebut saat ini telah disampaikan kepada Kementerian Agama dan sedang dalam proses pembahasan.

“Kita mengusulkan Pemkab Tana Tidung menghibahkan lahan untuk UIN, Institut Agama Islam Negeri. Jadi UIN itu kita yang mengusulkan, kita menghibahkan lahan di Puspem dan ini sudah berproses,” ujar Ibrahim Ali kepada TribunKaltara.com, Senin (1/6/2026).

Menurut Ibrahim Ali, proses hibah lahan harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Baca juga: Pemkab Tana Tidung Siapkan 20 Hektare Lahan untuk Pendirian IAIN, Ini Lokasinya

“Yang penting kan proses menghibahnya yang harus diwaspadai. Kan ini prosesnya nanti harus sesuai prosedur, artinya tidak ada masalah karena yang dihibahkan memang lahan pemerintah yang dihibahkan kepada perguruan tinggi,” ucap Bupati Tana Tidung.

Ibrahim Ali menilai keberadaan perguruan tinggi negeri menjadi kebutuhan penting bagi Kabupaten Tana Tidung.

Selain membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, keberadaan kampus juga dinilai berpengaruh terhadap sejumlah indikator pembangunan daerah.

“Kenapa harus ada perguruan tinggi, karena memang menurut kami itu penting. Ini momen karena Bulungan sudah ada perguruan tinggi, Malinau ada D3 Politeknik, Nunukan ada D3 Politeknik dan Tarakan juga ada, tinggal KTT yang belum ada. Ini mempengaruhi penilaian DAU kita,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, peluang pendirian kampus keagamaan negeri di Tana Tidung muncul karena daerah memiliki ketersediaan lahan yang dapat dihibahkan kepada pemerintah pusat.

Baca juga: Kehadiran IAIN Dinilai Bisa Dorong Ekonomi Daerah, Kemenag Tana Tidung Siap Gandeng UIN Samarinda

“Makanya kemarin akhirnya kita meminta, karena sebenarnya STAIN ini sudah beberapa tahun lalu dimintakan ke pemerintah daerah kabupaten kota dengan syarat harus menyiapkan lahan sebesar 5 hektar. Mungkin Bulungan tidak sanggup, Malinau tidak sanggup, karena kita di Kabupaten Tana Tidung ada lahan kita,” ujarnya.

Tak hanya menyiapkan lahan, Pemkab Tana Tidung juga telah menyiapkan bangunan yang dapat digunakan sementara untuk operasional awal kampus apabila usulan tersebut disetujui pemerintah pusat.

“Bahkan kita bukan hanya menyiapkan lahan. Sebelum dibangun gedung yang baru, lahannya disiapkan, kita sudah menyiapkan kampus sebelumnya yaitu menggunakan SMP dan SMA Boarding School yang ada, jadi kita memanfaatkan itu,” terangnya.

Menurut Ibrahim, fasilitas tersebut dapat digunakan sebagai kampus sementara sambil menunggu pembangunan gedung permanen.

“Jadi begitu disetujui proses awal sambil menunggu gedung untuk sekolah tinggi atau STAIN, kita menyiapkan kampus untuk dipakai,” katanya.

Saat ini, lahan yang diusulkan berada di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tana Tidung dan proses pengajuannya masih berlangsung di tingkat kementerian.

“Sekitar 5 hektar di Puspem ini sedang berproses. Kami baru mengajukan ke Kementerian Agama, jadi kita tunggu nanti kelanjutannya. Kami juga belum dipanggil untuk presentasi, tapi yang pasti lahan sudah kami siapkan,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.