Kabar terbaru dari Liga Italia, Federico Spalletti resmi meninggalkan Juventus dan dikabarkan akan bergabung dengan klub Serie A lainnya.
Federico, putra dari pelatih tim nasional Italia Luciano Spalletti, dilaporkan memutuskan untuk berpisah dengan Juventus demi mencari pengalaman baru di Serie A.
Pria berusia 31 tahun tersebut sebelumnya meraih gelar master dalam bidang filsafat analitis di Swiss.
Namun, ia akhirnya memilih untuk mengikuti jejak ayahnya dengan meniti karier di dunia sepak bola profesional.
"Kecintaan saya terhadap sepak bola tidak pernah pudar; bahkan, saya semakin memadukan sepak bola dan filsafat lewat kajian taktik, statistik, dan analisis pemain," ungkap Federico.
Putra Luciano Spalletti Resmi Hengkang dari Juventus
Setelah memperoleh lisensi pencari bakat dari Coverciano pada 2022, Federico Spalletti mendapatkan kesempatan pertamanya di bidang ini bersama Udinese pada 2023, di mana ia menjabat sebagai pencari bakat.
Setahun kemudian, pria asal Tuscany tersebut bergabung dengan Juventus dengan posisi serupa.
Di Juventus, Federico bekerja di bawah arahan Direktur Sepak Bola saat itu, Cristiano Giuntoli, yang memimpin departemen olahraga klub.
Selama masa baktinya di Continassa, terjadi momen tak terduga ketika ayahnya, Luciano Spalletti, ditunjuk sebagai pelatih kepala Juventus pada Oktober 2025 setelah pemecatan Igor Tudor.
Meski Luciano akan terus melatih Juventus hingga kontraknya berakhir pada Juni 2028, Federico memilih untuk meninggalkan Turin.
Federico Spalletti Menuju Genoa
Dengan keputusan ini, Federico Spalletti resmi menutup masa dua tahunnya bersama Juventus.
Tujuan berikutnya diyakini adalah Genoa, klub yang disebut-sebut menawarkan peran lebih penting bagi dirinya.
Meski alasan pasti di balik keputusannya belum diketahui, Genoa diyakini memberikan peluang yang lebih besar bagi pengembangan kariernya.
Reuni singkat Federico dan Luciano di Juventus hanya bertahan tujuh bulan, dan kini keduanya akan menjalani jalur karier masing-masing.
Masih menjadi tanda tanya apakah keduanya akan kembali bekerja bersama di masa depan dalam satu klub.
Juventus bersiap menyambut kembalinya Douglas Luiz ke Turin setelah Aston Villa memutuskan untuk tidak mempermanenkan status pinjamannya.
Gelandang asal Brasil itu mengakhiri masa pinjamannya di klub Liga Inggris tersebut dan kini akan kembali ke Italia.
Sebelumnya, Luiz sempat menjalani masa peminjaman di Nottingham Forest sebelum pindah ke Aston Villa dalam kesepakatan pinjaman sementara.
Selama di Villa Park, ia berkontribusi besar terhadap keberhasilan tim dalam kampanye Liga Europa dan turut membantu mereka meraih gelar juara turnamen tersebut.
Juventus sempat berharap Aston Villa akan mengaktifkan opsi pembelian senilai 25 juta euro agar transfer menjadi permanen.
Apalagi Luiz sudah mengenal klub, staf pelatih, serta sistem taktik yang digunakan di Turin.
Aston Villa Batalkan Rencana Transfer Permanen
Meskipun sempat ada optimisme bahwa Luiz akan tetap bermain di Inggris, perannya di Villa menurun seiring berjalannya musim.
Ia lebih sering tampil sebagai pemain pengganti, terutama ketika Villa mengalami krisis cedera di lini tengah.
Setelah para pemain utama kembali fit, kesempatan bermain Luiz semakin terbatas, dan pengaruhnya di skuad pun menurun.
Dengan situasi tersebut, Aston Villa akhirnya memutuskan tidak mempermanenkan kontraknya dan mengembalikannya ke Juventus menjelang musim baru.
Juventus Pertimbangkan Masa Depan Luiz
Keputusan ini membuat Juventus harus menentukan langkah selanjutnya untuk sang gelandang.
Klub kini dihadapkan pada pilihan apakah akan mempertahankan Luiz untuk musim depan atau membuka peluang transfer lain di bursa musim panas.
Douglas Luiz masih berpeluang membuktikan diri di bawah asuhan Luciano Spalletti.
Pelatih asal Italia itu kabarnya akan menilai performa Luiz selama pramusim sebelum memutuskan status akhirnya di skuad utama.
Di sisi lain, Juventus dikabarkan tetap terbuka terhadap tawaran dari klub lain apabila ada yang berminat merekrut pemain tersebut secara permanen.
Beberapa minggu ke depan diperkirakan akan menjadi periode penting bagi Juventus dalam menentukan masa depan Luiz.
Jika ia mampu tampil meyakinkan dan mendapatkan peran reguler di bawah Spalletti, karier Luiz di Juventus bisa kembali bersinar.
Bayern Munich menjadi klub terbaru yang menunjukkan minat terhadap bek andalan Juventus, Gleison Bremer.
Bek asal Brasil tersebut semakin santer dikabarkan akan meninggalkan Turin pada musim panas ini.
Bremer tampil impresif bersama Bianconeri dan menjadi salah satu pilar penting dalam beberapa musim terakhir.
Konsistensi performanya membuat banyak klub Eropa tertarik untuk mendapatkan jasanya.
Pemain berusia 27 tahun ini berperan besar dalam menjaga stabilitas pertahanan Juventus dan menjadi sosok yang diandalkan di setiap pertandingan.
Juventus Dihadapkan pada Dilema Finansial
Meski klub ingin mempertahankan Bremer, Juventus mungkin harus mempertimbangkan tawaran yang datang musim panas ini, terutama setelah gagal lolos ke Liga Champions.
Situasi keuangan klub memaksa manajemen untuk membuka opsi penjualan beberapa pemain bintang guna menyeimbangkan neraca keuangan.
Bremer dianggap sebagai salah satu bek terbaik dunia, dan transfernya berpotensi menghasilkan keuntungan besar bagi Juventus.
Menurut sejumlah laporan, Juventus bisa melepas sang bek jika ada tawaran dengan nilai yang sesuai.
Beberapa klub papan atas Eropa pun dikabarkan memantau situasi ini dengan cermat.
Bayern Munich Masuk dalam Persaingan
Bayern Munich kini disebut-sebut sebagai klub terbaru yang tertarik mendatangkan Bremer untuk memperkuat lini pertahanan mereka.
Klub asal Jerman tersebut tengah mengevaluasi kebutuhan di sektor belakang dan menilai Bremer sebagai sosok ideal untuk memperkuat tim.
Pengalaman dan kualitas tinggi Bremer menjadikannya target utama bagi klub-klub besar Eropa.
Meski Bremer lebih memilih bertahan di Juventus, peluang kepindahan ke Bayern tetap terbuka jika klub Italia itu menerima tawaran yang menguntungkan.
Keputusan akhir diharapkan akan diambil dalam beberapa minggu mendatang, yang akan menentukan apakah sang bek tetap di Turin atau memulai babak baru bersama klub lain.