Jordan Henderson Masih Punya Peran untuk Inggris – Cara Tim Memanfaatkannya Bisa Menentukan Nasib di Piala Dunia
Dewi Rahayu June 01, 2026 05:39 PM

Keputusan Thomas Tuchel dalam menyusun skuad Piala Dunia memunculkan hampir sebanyak kontroversi seperti jumlah pilihannya sendiri.

Para pendukung dan pengamat tim nasional Inggris memang mudah terpecah, dan tidak ada momen yang lebih ideal untuk memperdebatkannya selain menjelang turnamen besar di musim panas. Tuchel bukan tipe pelatih yang membuat keputusan berdasarkan alasan lain selain hasil, namun terlihat jelas bahwa ia tidak terlalu peduli dengan kritik yang datang terhadap rencananya.

Pelatih tim nasional Inggris itu menandatangani perpanjangan kontrak selama dua tahun pada Februari lalu, tetapi Piala Dunia 2026 adalah fokus utama dari penunjukannya sejak awal. Keberhasilan The Three Lions mencapai semifinal dan final turnamen besar merupakan langkah maju besar, dan daya tarik utama Tuchel adalah kemampuannya yang tegas untuk membawa tim melewati batas akhir.

Pada usia 35 tahun, Jordan Henderson kini menjadi simbol persepsi bahwa Inggris kesulitan bergerak maju—bahwa mereka enggan membuat keputusan berani dengan meninggalkan pemain-pemain generasi lama sebelum kemampuan fisik mereka benar-benar memudar.

Namun, ada alasan mengapa Henderson tetap dipertahankan, baik oleh Gareth Southgate sebelumnya maupun Tuchel sekarang. Terlepas dari kontroversi singkatnya di Liga Pro Saudi, Henderson dihormati sebagai sosok senior yang berpengaruh di ruang ganti.

Terlalu sederhana jika hanya menilai Henderson dari usianya, atau membandingkan batas kemampuannya dengan para pesaing di posisi yang sama, lalu menilai pemanggilannya sebagai kesalahan. Pengalaman dan wibawa yang ia bawa dapat menjadi faktor penting di turnamen besar.

Dengan format skuad berisi 26 pemain, tim-tim di Piala Dunia kini memiliki kelonggaran untuk membawa pemain dengan peran tertentu. Memiliki sosok senior yang memahami tekanan turnamen dan dapat menjadi teladan bisa menjadi keuntungan besar.

Pendukung Inggris tidak boleh menganggap enteng keberlanjutan performa baik di turnamen besar sebelumnya, tetapi sejak 2018, bukti menunjukkan bahwa The Three Lions telah sangat dekat untuk mencapai puncak.

Dengan 26 tempat yang tersedia, tidak ada alasan kuat untuk tidak memanfaatkan pengalaman Henderson sebagai keunggulan tambahan, meskipun kemungkinan ia tidak akan banyak bermain di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas ini.

Ada cara lain sebenarnya untuk tetap melibatkan Henderson di Piala Dunia. Tuchel dan FA memiliki kebebasan untuk mengatur siapa saja yang akan dibawa dalam rombongan mereka.

Gagasan untuk membawa pemain veteran itu sebagai pendukung moral di luar 26 nama skuad utama memang sempat dibahas. Ia juga bisa saja dilibatkan pada tahap awal turnamen sebagai bagian dari kelompok latihan tambahan Inggris.

Namun, kedua opsi itu berbeda dengan keberadaannya di dalam skuad utama. Henderson masih merupakan kapten aktif di Premier League, meskipun tidak secara resmi, dan bukan sekadar figur simbolis. Ada perbedaan besar antara sekadar hadir dan benar-benar menjadi bagian dari tim – dan setiap pemain di ruang ganti tahu bedanya.

Henderson dikenal memiliki pengaruh kuat dalam hal ini. Para pendukungnya di dunia sepak bola tersebar luas, dan musim perdana Brentford di Premier League di bawah manajer muda Keith Andrews menjadi bukti yang cukup bagi Tuchel untuk mempercayainya.

Brentford gagal lolos ke kompetisi Eropa hanya karena selisih gol, dan mengingat gejolak musim panas sebelumnya, capaian itu tidak bisa dianggap remeh. Henderson memainkan peran penting di dalamnya.

Pengecualian terhadap Adam Wharton menjadi alasan utama bagi mereka yang menentang pemanggilan Henderson ke skuad Piala Dunia Inggris. Namun menurut pandangan FourFourTwo, keduanya sebaiknya dipisahkan sebagai persoalan berbeda.

Gelandang Crystal Palace itu memang absen secara mengejutkan, tetapi bukan berarti Henderson dipanggil menggantikan Wharton secara langsung. Opsi gelandang yang dimiliki Inggris saat ini adalah Henderson, Declan Rice, Kobbie Mainoo, dan Elliot Anderson.

Apakah Wharton bisa dimasukkan dengan mengurangi jumlah bek dari sembilan pemain? Mungkin saja.

Mungkin juga ada argumen untuk memilih Wharton ketimbang Mainoo, dan tentu saja Henderson turut menjadi bagian dari diskusi itu. Namun, keputusan akhir dan konsekuensinya tetap menjadi tanggung jawab Tuchel.

Pelatih Inggris itu yakin bahwa skuadnya akan lebih kuat dengan kehadiran Henderson. Terlepas dari kontrak barunya, penilaian terhadap keputusan itu baru akan dilakukan di akhir perjalanan Inggris di Piala Dunia. Hingga saat itu tiba, keputusan ini bisa dianggap sebagai langkah mubazir, langkah cerdas untuk memotivasi tim, atau bahkan keduanya sekaligus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.