Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Seorang mahasiswi asal Desa Kandang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, meninggal dunia usai terlibat kecelakaan lalu lintas di Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban diketahui bernama Via Agustin Vati (20).
Ia mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor bernomor polisi BD 5571 IE.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunBengkulu.com, sebelum kejadian korban bersama rombongan berangkat dari Kabupaten Rejang Lebong menuju Kota Bengkulu.
Diduga karena hendak masuk kerja, korban memacu kendaraannya lebih cepat dibandingkan dua rekannya yang berada di belakang.
Saat tiba di lokasi kejadian yang merupakan tikungan tajam di kawasan Desa Talang Empat, korban disebut telah berhasil menyalip satu unit mobil truk dan kemudian berusaha mendahului sebuah mobil fuso bernomor polisi BH 8874 ML.
Namun nahas, ketika proses menyalip berlangsung, dari arah berlawanan datang sebuah mobil truk yang melaju dari Kota Bengkulu menuju Kabupaten Kepahiang.
Diduga stang sepeda motor korban menyenggol bak truk yang datang dari arah berlawanan tersebut.
Akibat kehilangan keseimbangan, korban terjatuh ke badan jalan dan kemudian terlibat kecelakaan dengan mobil fuso yang sedang disalipnya.
Korban yang tergeletak di jalan terlihat tidak bergerak sehingga mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.
Kecelakaan itu juga sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian karena warga tidak berani mengevakuasi korban.
Tidak lama berselang, anggota Satlantas Polres Bengkulu Tengah tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi korban ke RSUD M Yunus Bengkulu.
Sopir Fuso Akui Sudah Beri Isyarat
Sopir mobil fuso, Awi, membenarkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, sepeda motor korban diduga bersenggolan dengan bak truk yang datang dari arah berlawanan.
Menurutnya, korban sebelumnya berupaya menyalip kendaraan yang berada di depannya.
"Motor ini kan nyalip mobil truk di belakang saya, sudah saya kasih tanda untuk pelan. Tapi saat dia mau nyalip mobil saya, stang motornya tersenggol bak truk lain, setelah itu saya tidak lihat lagi," ujar Awi di lokasi kejadian.
Awi mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya langsung menepikan kendaraan setelah kecelakaan terjadi.
Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah kerumunan warga yang mulai memadati lokasi.
"Kami tidak akan lari, kami tanggung jawab," katanya.
Sementara itu, mobil truk yang diduga bersenggolan dengan sepeda motor korban diketahui sudah tidak berada di lokasi saat petugas melakukan penanganan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini