Hari Lahir Pancasila, Bupati Bangkalan Umumkan Dimulainya Program Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana
Januar June 01, 2026 08:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Senin (1/6/2026), dipilih Bupati Bangkalan, Lukman Hakim sebagai momen lahirnya atau dimulainya program Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana sebagai upaya memberikan akses seluas-luasnya berkaitan pendidikan tinggi bagi warga prasejahtera di seluruh pelosok desa kategori Desil 1 hingga Desil 5. 

Dimulainya program Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana itu diungkapkan Bupati Lukman usai gelaran Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni di halaman Kantor Pemkab Bangkalan. Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Bupati Moch Fauzan Ja'far, Sekdakab Ismet Efendi, seluruh unsurr Forkopimda Bangkalan, kepala OPD, hingga para camat di Kabupaten Bangkalan. 

Lukman menegaskan, Pemkab Bangkalan ingin memastikan semua masyarakat khususnya kategori prasejahtera bisa mengakses pendidikan tinggi. 

Sehingga tidak hanya orang kota saja tetapi warga di pedesaan yang mempunyai tekad kuat untuk kuliah namun terbentur biaya, bisa mengakses program ini 1 Desa 1 Sarjana. 

Baca juga: Dicoret dari Seleksi Paskibraka Istana, Cathlyn Siswi SMA Makassar Kini Dapat Beasiswa Kuliah S1

"Sebagaimana yang menjadi prinsip pemerataan dan keadilan, serta semangat Hari Kelahiran Pancasila dengan Sila Kelima yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegas Lukman didampingi Wabup Fauzan. 

Ia menjelaskan, Pemkab Bangkalan telah menggandeng sejumlah kampus dalam upaya mendukung berjalannya program 1 Desa 1 Sarjana yang dalam progress nya di masa mendatang, dimungkinkan bisa berkembang menjadi 1 desa 2 atau 3 sarjana dengan konsep orang tua asuh. 

"Kami bisa saja melibatkan pihak swasta yang mau terlibat dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Bangkalan. Program ini sudah dimulai tahun ini, teknis dan perbub nya sudah ada, tinggal rekrutmen adik-adk kita yang mau kuliah seperti apa," jelas Lukman.
 
Maksimalkan ADD Pos Pemberdayaan Masyarakat 

Syarat mutlak penerima beasiswa program 1 Desa 1 Sarjana adalah lapisan masyarakat kategori Desil 1 sampai Desil 5 dengan klasifikasi tingkat kesejahteraan masayrakat yang berada di posisi menengah ke bawah atau stabil tetapi rentan. 

Berdasarkan data sosial ekonomi nasional, penduduk Indonesia diurutkan berdasarkan status paling miskin (Desil 1) hingga menengah (Desil 5).

"Semangatnya adalah bagi mereka yang kurang mampu, ditambah bagi mahasiswa yang berprestasi. Jadi total ada 18 calon mahasiswa dan 100 maahsiswa berprestasi. Program ini penganggarannya nanti juga bisa melalui desa, karena di situ ada pos pemberdayaan di DD atau ADD untuk mengkover beasiswa," kata Lukman.

Ia menambahkan, mahasiswa berprestisi namun sudah mendapatkan beasiswa dari jalur lain seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah ataupun Program Indonesia Pintar (PIP), dipastikan tidak akan terakomodir dalam program Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana Pemkab Bangkalan. 

"Kami berharap bisa menambah lulusan sarjana di desa, termasuk untuk peningkatan SDM, mengatrol IPM Bangkalan, memberikan akses seluas-luasnya kepada orang yang memang punya tekad kuliah namun tidak mampu secara ekonomi, sekalius mengatrol IPM Bangkalan," pungkas Lukman. 

100 Bantaun SPP Mahasiswa Berprestasi

Penanggung Jawab Program Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana, Dr Muhaimin, MPd mengungkapkan, pilot project pertama untuk program tersebut yakni sejumlah 18 orang yang akan ditanggung secara penuh biaya kuliah. Meliputi biayaSPP, living cost, upgrading skill, pengembangan akademik, hingga urusan buku. 

"Pilot project berikutnya adalah 100 bantuan SPP bagi mahasiswa berprestasi dalam rangka mendukung Program 1 Desa 1 Sarjana. Insya Allah nanti di tahun 2027, Pemkab Bangkalan secara berkelanjutan juga menginisiasi program yang sama, tahun ini 18 mahasiswa baru sampai lulus ditambah 100 mahasiswa berprestasi yang sudah kuliah," ungkap Muhaimin kepada Tribun Madura.  

Ia menambahkan, Pemkab Bangkalan dalam program Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana itu telah meneken MoU dengan Polteknik Pembangunan Pertanian Malang di bawah Kementerian Pertanian, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Universitas Trunojoyo Madura. 
"Insya Allah menyusul Universitas Negeri Malang," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.