Tanpa Transit Asrama, Ribuan Jemaah Haji Debarkasi YIA Akan Langsung Diberangkatkan ke Daerah Asal
Yoseph Hary W June 01, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Proses kepulangan ribuan jemaah haji melalui debarkasi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipastikan berlangsung cepat dan efisien. 

Mulai Selasa (2/6/2026), seluruh jemaah yang mendarat tidak lagi diarahkan untuk transit di hotel maupun asrama haji, melainkan langsung diberangkatkan menggunakan bus menuju kabupaten/kota asal setelah melewati proses keimigrasian dan seremoni singkat di bandara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Silvia Rosetti, menegaskan bahwa persiapan pra-pemulangan debarkasi di YIA telah matang melalui serangkaian rapat koordinasi dan simulasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Angkasa Pura.

Jadwal kloter 1 Kulon Progo

Kedatangan perdana, yakni Kloter 1 YIA asal Kabupaten Kulon Progo, dijadwalkan mendarat pada Selasa (2/6/2026) pagi. Jadwal ini mengalami sedikit pergeseran dari rencana semula pukul 03.15 WIB menjadi 05.35 WIB. Rombongan pembuka ini membawa 360 orang, yang terdiri dari 354 jemaah dan 6 petugas kloter.

Untuk memaksimalkan kenyamanan jemaah yang kelelahan pasca-penerbangan panjang, alur debarkasi dipusatkan di satu area.

"Jadi kesepakatan itu adalah tempat yang digunakan untuk melakukan penerimaan jamah haji dan seluruh rangkaian CIQ, itu pada masa debarkasi ini ada di lantai 2 di Mezanin yang dipersiapkan oleh Angkasa Pura. Skenarionya nanti untuk Mangayubagyo jemaah haji embarkasi haji YIA ini acaranya sangat singkat, singkat pokoknya tidak bertele-tele. Itu hanya pembukaan oleh MC, doa dan penutup supaya jamaah juga tidak terlalu lama menunggu. Karena tentunya jemaah juga udah kepengen segera pulang karena ini di debarkasi, tidak melalui asrama haji, tidak melalui hotel. Tapi langsung jadi proses setelah doa bersama, kemudian jamaah dapat menuju ke lantai 1 ke bawah untuk ke bis," papar Silvia, Senin (1/6/2026).

Fokus Penanganan Medis dan Ketertiban Alur

Guna mempercepat proses keimigrasian, penjemputan paspor akan dilakukan langsung oleh tim imigrasi di pintu pesawat. Skema ini dirancang agar petugas dapat segera melakukan identifikasi, khususnya bagi jemaah yang membutuhkan penanganan medis darurat sesaat setelah mendarat.

Proses evakuasi dari pesawat akan dilakukan secara berurutan mulai dari rombongan 1 hingga 5. Khusus bagi jemaah yang menggunakan kursi roda, mereka akan keluar paling akhir dengan menunggu di kursi masing-masing guna menghindari desak-desakan.
Terkait mitigasi kesehatan, Kemenag DIY telah menyiagakan fasilitas medis berjenjang mulai dari poliklinik bandara hingga rumah sakit rujukan.

"Artinya menyambut langsung dari ketua kloter atau karom yang sudah mengumpulkan sebelumnya, untuk serah terima paspor yang dilanjutkan mungkin nanti kalau ada yang jamaah sakit dan darurat, itu bisa langsung dirujuk. Kalau sakit ringan saja mungkin kita ada buat cukup di bandara. Kita ada semacam untuk penanganan di bandara. Tapi kalau memang di debarkasi itu, tetapi kalau memang nanti sakit agak lumayan, itu nanti bisa di Puskesmas Temon sampai dengan ke RSUD Wates kita persiapkan," jelas Silvia.

Total 9.288 Jemaah dan Pengetatan Akses

Secara keseluruhan, YIA akan melayani kepulangan 26 kloter. Penerbangan terakhir, yakni Kloter 26 YIA, dijadwalkan tiba pada 30 Juni 2026 pukul 10.55 WIB.
Dari total 9.288 jemaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci melalui YIA, tercatat ada 6 orang jemaah yang dilaporkan wafat. 

Selain itu, terdapat 3 jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan sakit di Arab Saudi. Kendati demikian, Silvia memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu jadwal kepulangan kloter karena seluruh pendampingan telah diurus oleh tim di Tanah Suci.

Untuk menjamin kelancaran pelayanan di YIA, sebanyak 52 orang tenaga pendukung dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) debarkasi telah disiagakan. Silvia juga mengingatkan bahwa barang bawaan berupa koper besar tidak akan dibongkar lagi di bandara, melainkan langsung diperiksa di ruang kargo sesuai sosialisasi yang telah diinstruksikan kepada jemaah saat masih di Arab Saudi.

Karena area debarkasi menyatu dengan operasional bandara komersial, Kemenag DIY menerapkan aturan akses yang ketat bagi pihak luar maupun keluarga yang berkunjung.

"Kemudian terkait dengan proses kunjungan tamu, itu untuk proses kunjungan tamu, itu tetap harus, yang masuk ke debarkasi, karena kita kan jadi satu dengan bandara, itu harus mendaftarkan dulu, kemudian supaya diberikan nanti kartu pas atau visitor untuk bisa masuk ke bandara. Intinya semuanya itu nanti segala sesuatu apa yang kami lakukan terkait persiapan dan lain-lain itu adalah berorientasi kepada pelayanan jemaah supaya ada kepuasan jamaah," pungkasnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.