Cuma Punya Dua Armada Damkar, Pemkab Lampung Tengah Ajukan Proposal ke Rano Karno
soni yuntavia June 01, 2026 08:40 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Kondisi armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) di Kabupaten Lampung Tengah kian memprihatinkan.

Bagaimana tidak, wilayah luas yang mencakup 28 kecamatan ini rupanya hanya bergantung pada segelintir armada tua yang kerap mogok dan bolak-balik masuk bengkel.

Keterbatasan anggaran daerah membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah memutar otak. 

Bahkan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah sampai harus terbang ke Jakarta demi menjemput bola bantuan armada.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Lampung Tengah, Chandra Puasati, membenarkan adanya kendala pelik ini.

Menurutnya, persoalan minimnya armada pemadam kebakaran tersebut sudah dibahas secara serius dalam rapat koordinasi (rakor) internal Pemkab.

"Pemkab Lampung Tengah sudah membahas hal ini. Kasatpol PP Lampung Tengah juga sudah menyampaikan langsung apa saja kendala yang dihadapi di lapangan," ujar Candra Puasati dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Candra tak menampik bahwa APBD Lampung Tengah saat ini sedang tidak berpihak pada peremajaan alutsista pemadam kebakaran. 

"Saat ini tidak ada anggaran untuk penambahan armada Damkarmat Satpol PP Lampung Tengah," imbuhnya berterus terang.

Mengingat urgensi keselamatan warga di 28 kecamatan yang sangat tinggi, Pemkab Lampung Tengah tidak tinggal diam. 

Candra mengungkapkan, Plt. Bupati Lampung Tengah langsung mengambil langkah cepat dengan terbang ke Jakarta untuk menemui tokoh nasional sekaligus pejabat di DKI Jakarta, Rano Karno.

Dalam pertemuan tatap muka tersebut, Plt. Bupati membeberkan langsung kondisi riil kelangkaan armada Damkarmat di Lampung Tengah. 

Tidak hanya sekadar mengeluh, Pemkab juga melayangkan proposal resmi yang ditujukan langsung kepada Rano Karno dengan harapan besar adanya bantuan hibah armada.

Di sisi teknis, Kasat Pol PP Lampung Tengah, Husnip, membeberkan secara gamblang betapa mirisnya kondisi operasional anak buahnya di lapangan. 

Dalam rapat koordinasi, Husnip mengaku telah melaporkan bahwa kondisi fasilitas pemadam kebakaran saat ini sudah masuk kategori lampu merah.

Husnip memaparkan, saat ini Damkarmat Lampung Tengah sebenarnya hanya memiliki total 4 unit armada. 

Mirisnya, keempat kendaraan tersebut merupakan pengadaan lawas dari masa pemerintahan Bupati Loekman Djoyosoemarto.

"Rinciannya ada 3 unit mobil damkarmat dan 1 unit mobil tangki air. Tapi dari jumlah yang sedikit itu, sekarang yang bisa dioperasikan hanya 2 mobil damkarmat dan 1 mobil tangki air," urai Husnip.

Itu pun, lanjut Husnip, kondisinya jauh dari kata prima. 

Tiga armada yang tersisa tersebut sudah sering 'opname' di bengkel demi bisa terus menyemprotkan air saat kebakaran melanda.

"Kondisinya sudah sering bolak-balik bengkel untuk perbaikan. Sering kumat (rusak), dan tak jarang mengalami mogok di jalan karena kerusakannya sudah merambat ke komponen lain," ungkapnya.

Sementara itu, satu unit mobil damkar sisanya dipastikan sudah 'wafat' alias pensiun total. 

Mobil damkar tahun tua yang legendaris dengan julukan "Blangwir Buaya" tersebut kini hanya bisa terparkir kaku menjadi pajangan di posko Damkarmat Gunung Sugih tanpa bisa digunakan lagi.

Menyadari kas daerah yang kosong untuk pengadaan mobil baru, Husnip mengatakan pihaknya bergerak taktis mencari jalan keluar lain. 

Langkah konkret yang diambil adalah dengan menyusun proposal pengajuan hibah armada kepada pihak rekanan maupun instansi terkait.

"Kami sudah membuat proposal pengajuan hibah armada. Ini menjadi satu-satunya solusi konkret di tengah keterbatasan anggaran yang kita miliki saat ini," tutur Husnip.

Menutup keterangannya, Husnip menegaskan bahwa pihaknya tidak muluk-muluk meminta fasilitas mewah di tengah situasi sulit ini. 

Di benaknya, keselamatan warga di 28 kecamatan Kabupaten Lampung Tengah adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda-tunda.

"Dengan kondisi sekarang ini, jujur kami tidak mengharapkan mobil baru. Yang kami butuhkan adalah tambahan armada yang siap beroperasi dan layak jalan, mengingat cakupan wilayah tugas kami sangat luas, ada 28 kecamatan di Lampung Tengah yang harus dicover," pungkasnya.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Fajar Ihwani Sidiq )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.