Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Tahisane (IPPTAS) Ambon, Corneles Matinahoruw, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca bentrokan yang melibatkan warga Desa Ariate, dan warga Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Corneles meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian yang saat ini masih melakukan penyelidikan.
Sebagai putra daerah, ia menilai masyarakat perlu menjaga stabilitas keamanan dengan mengedepankan sikap tertib, damai, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Menurut dia, upaya menjaga persaudaraan yang telah terjalin selama ini harus menjadi prioritas bersama ditengah situasi yang berkembang.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi mencederai nilai-nilai persaudaraan yang selama ini terjalin sebagai warga Saka Mese Nusa," ujar Corneles kepada TribunAmbon.com, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Penataan Pasar Mardika Kembali Digencar, Penertiban di Samping Kiri dan Kanan Gedung
Baca juga: Favoritkan Argentina, Kadispora Ambon Optimistis La Albiceleste Back to Back Juara Piala Dunia
Selain itu, IPPTAS mendesak pihak kepolisian agar bertindak secara profesional, objektif, dan transparan dalam menangani persoalan tersebut.
Corneles menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa dipengaruhi kepentingan atau tekanan dari pihak mana pun yang berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
"Kami berharap aparat penegak hukum dapat menjalankan tugasnya secara adil dan transparan sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum yang berkeadilan," katanya.
Ia juga berharap bentrokan serupa tidak kembali terjadi karena berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial dan merusak hubungan persaudaraan yang telah lama antara warga Tanah Goyang dan Ariate.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa masyarakat Kaibobo dan Ariate merupakan masyarakat yang mencintai perdamaian dan menginginkan kehidupan yang aman, harmonis, serta penuh rasa persaudaraan.
"Pada prinsipnya, kami masyarakat Kaibobo dan Ariate cinta damai. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah hubungan orang basudara," tutupnya.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang terjadi di Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Sabtu (30/5/2026) dini hari.
Akibat peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam yang diduga parang.
Kedua korban diketahui bernama Vino Kakihari dan Rafli Bufakar.
Selain itu, polisi juga telah mengamankan empat orang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (*)