TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Di bawah ini jawaban soal kegiatan siswa Uji Kompetensi Bab 7, kunci jawaban Biologi Kelas 11 halaman 235 236 237 238 239 Kurikulum Merdeka.
Kali ini kita akan membahas soal pada Bab 7 yang berjudul Hormon dalam Reproduksi Manusia sesuai dengan buku Biologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka edisi tahun 2022.
Soal yang akan kita selesaikan adalah soal pada halaman 235 236 237 238 239 pada kegiatan siswa Uji Kompetensi Bab 7 tentang kurva hormon perempuan.
Jawaban di bawah ini diharapkan bisa membantu siswa sebagai alternatif jawaban untuk menyelesaikan soal pada halaman 235 236 237 238 239 di buku siswa Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 11 Kurikulum Merdeka.
Baca juga: Jawaban Aktivitas 7.5, Soal Biologi Kelas 11 Halaman 230 Kurikulum Merdeka: Ayo Bekerja Sama
Uji Kompetensi Bab 7
1. Perhatikan kurva hormon perempuan pada siklus reproduksi berikut! Berdasarkan skema, pada bagian 3 terjadi proses ….
A. LH meningkat menyebabkan terbentuknya folikel
B. Progesteron meningkat menyebabkan estrogen berkurang
C. Estrogen meningkat menyebabkan terjadinya ovulasi
D. Progesteron meningkat menyebabkan estrogen menurun
E. FSH merangsang pembentukan estrogen dan progesteron
Jawaban: C
2. Perhatikan tampilan kalender bulan Mei berikut!
A. I
B. II
C. III
D. IV
E. V
Jawaban: B
Baca juga: Jawaban Aktivitas 7.4, Soal Biologi Kelas 11 Halaman 228 Kurikulum Merdeka: Ayo Bereksplorasi
Inilah Risiko Hamil di Usia Remaja
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi.
Kehamilan remaja berdampak negatif pada kesehatan remaja dan bayinya, juga dapat berdampak sosial dan ekonomi.
Kehamilan pada usia muda atau remaja antara lain berisiko kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), perdarahan persalinan, yang dapat meningkatkan kematian ibu dan bayi.
Kehamilan ada remaja juga terkait dengan kehamilan tidak dikehendaki dan aborsi tidak aman.
Persalinan pada ibu di bawah usia 20 tahun memiliki kontribusi dalam tingginya angka kematian neonatal, bayi, dan balita.
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa angka kematian neonatal, postneonatal, bayi dan balita pada ibu yang berusia kurang dari 20 tahun lebih tinggi dibandingkan pada ibu usia 20-39 tahun.
Pernikahan usia muda berisiko karena belum cukupnya kesiapan dari aspek kesehatan, mental emosional, pendidikan, sosial ekonomi, dan reproduksi.
Pendewasaan usia juga berkaitan dengan pengendalian kelahiran karena lamanya masa subur perempuan terkait dengan banyaknya anak yang akan dilahirkan dari perempuan pada masa subur.
Hal ini diakibatkan oleh pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai.
Hasil SDKI 2012 menunjukan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai yang dapat dilihat dengan hanya 35,3 persen remaja perempuan dan 31,2 % remaja laki-laki usia 15-19 tahun mengetahui bahwa perempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual yang dilakukan oleh remaja.
Begitu pula gejala PMS kurang diketahui oleh remaja. Informasi tentang HIV relatif lebih banyak diterima oleh remaja, meskipun hanya 9,9 % remaja perempuan dan 10,6 % laki-laki memiliki pengetahuan komprehensif mengenai HIV-AIDS.
Baca juga: Jawaban Aktivitas 7.3, Soal Biologi Kelas 11 Halaman 221 Kurikulum Merdeka: Ayo Berpikir Kritis
Jawaban:
a. Pengetahuan remaja perempuan lebih banyak dari remaja laki-laki di usia 16-18 tahun tentang pengetahuan reproduksi.238 Biologi untuk SMA/MA Kelas XI = Salah
b. Kematian neonatal, postneonatal, bayi dan balita pada ibu yang berusia kurang dari 20 tahun lebih tinggi dibandingkan pada ibu usia 20-39 tahun. = Benar
c. Informasi tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) di antaranya HIV relatif lebih banyak diterima oleh remaja, meskipun hanya 9,9 % remaja laki-laki dan 10,6 % perempuan memiliki pengetahuan komprehensif mengenai HIV-AIDS. = Salah
4. Seorang ibu hamil sangat menantikan kelahiran bayinya dengan lancar, selamat dan sehat.
Sebagai upaya persiapan, maka seorang ibu hamil harus mengetahui Hari Perkiraan Lahir (HPL) agar dia dapat mempersiapkan kelahiran bayinya dengan baik.
Salah satu alat yang digunakan, yaitu kalender kehamilan, seperti pada gambar berikut!
Tanda anak panah pada gambar di kalender kehamilan, yang berwarna biru menunjukkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan warna hijau menunjukkan Hari Perkiraan Lahir (HPL).
Agar bayinya lahir dengan sehat, maka seorang ibu hamil hendaknya mendapat imunisasi dari beberapa penyakit berbahaya.
Salah satu imunisasi yang harus diperoleh yaitu Vaksin tetanus toksoid – difteri toksoid – pertusis aseluler (Tdap) yang dianjurkan diberikan pada kehamilan usia 27-36 minggu.
Apabila ada seorang perempuan hamil dengan HPHT nya pada tanggal 5 April, maka pemberian vaksin Tdap yang tepat adalah pada tanggal ….
A. 10 September
B. 13 Juni
C. 10 Oktober
D. 12 Desember
E. 5 Januari
Jawaban: C
Demikian jawaban soal Biologi Kelas 11 halaman 235 236 237 238 239 Kurikulum Merdeka, Uji Kompetensi sesuai dengan buku siswa Ilmu Pengetahuan Alam edisi tahun 2022.
Disclaimer
Kunci jawaban diatas bersifat alternatif jawaban sehingga para siswa bisa memberikan eksplorasi jawaban lain.
Kunci jawaban soal diatas bisa saja berbeda sesuai dengan pemahaman tenaga pengajar atau murid. (*)