Indonesia Hajar Myanmar 3-0 di Piala AFF U19 2026, Dimas Wicaksono Jadi Pembeda
Randy P.F Hutagaol June 02, 2026 12:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Timnas Indonesia U-19 mengawali kiprahnya di ASEAN U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026 atau Piala AFF U-19 2026 dengan hasil meyakinkan. Garuda Muda sukses menundukkan Myanmar dengan skor telak 3-0 pada laga perdana Grup A yang berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (1/6/2026).

Sejak peluit kick-off dibunyikan, skuad Garuda Muda langsung mengambil inisiatif serangan dan tampil menekan pertahanan Myanmar. Tim asuhan Nova Arianto itu terus mengurung lawan dengan permainan agresif yang mengandalkan serangan dari kedua sisi lapangan.

Peluang pertama Indonesia tercipta saat pertandingan baru berjalan dua menit. Berawal dari lemparan ke dalam jarak jauh yang dilakukan Fabio Azkairawan, bola langsung mengarah ke depan gawang Myanmar dan memaksa kiper Sai Khant Min Yo melakukan penyelamatan.

Bola muntah kemudian jatuh ke kaki Reno Salampessy. Namun, tendangan voli yang dilepaskan pemain tersebut masih melenceng dari sasaran sehingga peluang emas itu belum mampu dikonversi menjadi gol.

Ancaman kembali datang pada menit kelima melalui skema serupa. Lemparan jauh Fabio Azkairawan dari sisi kanan lapangan kembali menciptakan kepanikan di area pertahanan Myanmar. Sai Khant Min Yo kembali harus bekerja keras menepis bola yang mengarah ke gawang dan menghasilkan tendangan sudut untuk Indonesia.

Tekanan Indonesia terus berlanjut. Pada menit ke-14, Reno Salampessy kembali mendapatkan peluang setelah menerima kombinasi umpan satu-dua di depan kotak penalti. Mantan pemain Persipura itu melepaskan tembakan kaki kanan yang mengarah ke sisi kiri gawang. Namun, bola masih mampu diamankan dengan baik oleh Sai Khant Min Yo.

Satu menit berselang, giliran Zinadein Zidan yang mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti. Tendangan keras yang dilepaskannya masih melambung tipis di atas mistar gawang Myanmar.

Meski mendominasi penguasaan bola dan terus menekan, Indonesia sempat kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Myanmar. Nova Arianto kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-33 dengan memasukkan Muhammad Isfandyar Abdillah menggantikan Zinadein Zidan.

Kehadiran Isfandyar langsung memberikan energi baru. Baru satu menit berada di lapangan, ia berani melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, upayanya masih belum tepat sasaran.

Peluang terbaik Indonesia sebelum gol tercipta hadir pada menit ke-35. Kesalahan kontrol pemain belakang Myanmar di dalam kotak penalti berhasil dimanfaatkan Reno Salampessy untuk merebut bola. Reno kemudian mengirim umpan matang ke Arkhan Kaka yang berada di tiang jauh.

Sayangnya, sundulan Arkhan Kaka masih membentur tiang kanan gawang Myanmar. Kesempatan emas itu pun gagal mengubah kedudukan.

Karena kesulitan menembus pertahanan lawan, beberapa pemain Indonesia mulai mencoba melepaskan tembakan dari jarak jauh. Salah satunya dilakukan Theodore Evan Leeming, tetapi bola masih dapat diamankan oleh penjaga gawang Myanmar.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38. Gol yang ditunggu-tunggu publik Stadion Utama Sumatra Utara lahir melalui aksi Arkhan Kaka.

Gol berawal dari umpan lambung akurat yang dilepaskan Eizar Jacob Tanjung ke arah Arkhan Kaka. Penyerang muda Indonesia itu bergerak tanpa kawalan dan berhasil lolos dari jebakan pertahanan Myanmar.

Melihat kiper Sai Khant Min Yo keluar dari sarangnya, Arkhan Kaka dengan tenang melepaskan sentuhan lembut yang mengarahkan bola masuk ke dalam gawang. Gol tersebut membuat Indonesia unggul 1-0.

Tidak lama setelah gol tercipta, wasit Bainazarov mengeluarkan kartu kuning pertama dalam pertandingan kepada pemain Myanmar, Thet Paing Soe, setelah melakukan pelanggaran terhadap Arkhan Kaka. Pelanggaran tersebut memberikan tendangan bebas bagi Indonesia.

Keunggulan satu gol membuat kepercayaan diri Garuda Muda semakin meningkat. Indonesia tampil lebih nyaman dalam mengendalikan permainan dan terus mendominasi jalannya laga hingga menjelang akhir babak pertama.

Myanmar sempat memperoleh peluang melalui tendangan bebas setelah Reno Salampessy menerima kartu kuning akibat melakukan tekel terhadap Kaung Khant Kyaw di depan kotak penalti Indonesia.

Thura Min Thant yang dipercaya sebagai eksekutor langsung melepaskan tendangan mengarah ke gawang. Namun, bola masih melayang tipis di atas mistar dan gagal menyamakan kedudukan.

Hingga dua menit tambahan waktu berakhir, tidak ada lagi gol yang tercipta. Indonesia pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Myanmar berkat gol Arkhan Kaka.

Setelah menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 melalui gol Arkhan Kaka, Timnas Indonesia tetap tampil dominan sepanjang babak kedua dan berhasil menambah dua gol lagi lewat Dimas Wicaksono.

Memasuki paruh kedua pertandingan, kedua tim langsung melakukan perubahan strategi. Indonesia melakukan dua pergantian pemain sekaligus dengan menarik keluar Reno Salampessy dan Theodore Evan Leeming. Keduanya digantikan oleh Dimas Wicaksono dan Amar Rayhan.

Sementara Myanmar juga melakukan pergantian dengan memasukkan Nyan Soe San menggantikan Thaw Zin Ko.
Meski sudah unggul satu gol, skuad asuhan Garuda Muda tidak mengendurkan intensitas serangan. Putu Panji dan rekan-rekannya tetap mengambil kendali permainan dan terus mengepung pertahanan Myanmar.

Namun rapatnya lini belakang Myanmar membuat sejumlah serangan Indonesia belum mampu menghasilkan peluang berbahaya pada awal babak kedua.
Di sisi lain, Myanmar berusaha mencari ritme permainan untuk keluar dari tekanan. Akan tetapi, upaya mereka kerap kandas saat memasuki sepertiga akhir lapangan.

Pada menit ke-51, wasit Bainazarov kembali mengeluarkan kartu kuning. Kali ini kartu diberikan kepada Muhammad Al Gazani setelah dianggap mengulur waktu dengan membuang bola ketika Myanmar mendapatkan lemparan ke dalam.

Lima menit berselang, kartu kuning kembali keluar dari saku sang pengadil lapangan. Bek Myanmar, Sai Zom Shang, diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Indonesia.

Myanmar kemudian dipaksa melakukan pergantian pemain pada menit ke-60 setelah Myo Khant Kyaw mengalami cedera. Ia harus ditandu keluar lapangan dan posisinya digantikan oleh Zaw Lin Aun.

Masalah cedera kembali menghampiri Myanmar tiga menit kemudian. Thura Min Thant tidak dapat melanjutkan pertandingan dan digantikan oleh Khant Win Aung pada menit ke-63.

Memasuki pertengahan babak kedua, Indonesia mulai menurunkan tempo permainan. Garuda Muda lebih banyak menguasai bola dan sesekali menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat.

Situasi itu sempat memberikan ruang bagi Myanmar untuk mengembangkan permainan. Peluang terbaik mereka hadir pada menit ke-66.

Berawal dari umpan Khant Win Aung, bola berhasil dikuasai Sai Bo Bo Kyaw yang mampu melewati hadangan lini pertahanan Indonesia. Beruntung bagi Garuda Muda, penyelesaian akhirnya kurang maksimal sehingga tendangan yang dilepaskan masih terlalu lemah dan berhasil diamankan kiper Dafa Al Gasemi.

Pelatih Indonesia kembali melakukan penyegaran pada menit ke-71 dengan memasukkan Welberlieskott menggantikan Nazriel.

Gol yang ditunggu publik Stadion Utama Sumatra Utara akhirnya lahir pada menit ke-76. Indonesia berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui Dimas Wicaksono.

Gol tersebut berawal dari kesalahan fatal pemain Myanmar. Thet Paing Soe memberikan umpan balik yang terlalu lemah kepada penjaga gawang Sai Khant Min Nyo.
Dimas Wicaksono yang berada di dekat situ langsung memanfaatkan kesalahan tersebut. Ia berhasil merebut bola sebelum kiper menguasainya, lalu dengan tenang melepaskan sentuhan lembut yang mengarahkan bola ke dalam gawang Myanmar.

Keunggulan dua gol membuat Indonesia semakin nyaman mengendalikan jalannya pertandingan.

Pada menit ke-85, pelatih kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Irpan Abadi Siregar menggantikan pencetak gol pertama, Arkhan Kaka.

Dua menit kemudian, Dimas Wicaksono kembali menunjukkan ketajamannya. Pemain yang masuk sebagai pengganti itu mencetak gol keduanya sekaligus membawa Indonesia unggul 3-0 pada menit ke-87.

Gol bermula dari serangan yang dibangun melalui sisi kiri lapangan. Amar Rayhan mengirimkan bola ke dalam kotak penalti yang kemudian disambut Fabio Azkairawan.
Fabio tidak langsung melepaskan tembakan dan memilih mengirim umpan kepada Dimas Wicaksono yang berdiri dalam posisi lebih bebas. Tanpa kesulitan berarti, Dimas melepaskan penyelesaian tenang yang bersarang di gawang Myanmar.

Skor berubah menjadi 3-0 dan membuat suporter Indonesia yang memadati stadion bersorak gembira.

Wasit memberikan tambahan waktu lima menit di penghujung pertandingan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Kemenangan 3-0 ini menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia U-19 untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Grup A sekaligus menempatkan Garuda Muda dalam posisi yang baik dalam persaingan menuju babak selanjutnya.

(cr29/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.