TRIBUN-MEDAN.com - Saling sindir di media sosial, Ruben Onsu dan Sarwendah singgung utang, aib, hingga penghasut.
Meski tak saling menyebut satu sama lain, namun diduga keduanya saling menyindir masalah yang mereka tengah hadapi.
Diketahui, Ruben Onsu dan Sarwendah kembali berseteru soal nafkah anak-anak mereka.
Baca juga: PENYESALAN Suami KDRT Istri Hingga Tewas, Menangis Samping Jasad Sambil Sisir Rambut Istri
Ruben Onsu merasa dipersulit untuk bertemu dengan kedua anaknya.
Padahal selaNafkah untuk kedua anaknya itu sekitar Rp 200 jutaan per bulan.
Sarwendah protes lantaran Ruben Onsu sudah tidak lagi memberikan nafkah bagi kedua anaknya.
Baca juga: UPDATE Anak Polisi Bikin Konten Lomba Komentar Rasis dan Ngaku Kebal Hukum, Akhirnya Jadi Tersangka
Sementara itu Kini Sarwendah dan Ruben pun saling sindir di media sosial soal perseteruannya itu.
Awalnya Sarwendah menulis utas soal sindiran kepada sosok yang berhutang.
"Memulai hidup dengan hati yang bersih tanpa menyakiti orang lain, fokus terhadap kehidupan dan fakta,
kebutuhan anak banyakk mending fokus bekerja keras tanpa berhutang," tulis Sarwendah.
Baca juga: Timsus Begal Binjai Amankan Sepeda Motor Curian Asal Aceh, Pelaku Kabur ke Medan
Utas itu pun kemudian dibalas oleh Ruben Onsu di akunnya.
Menurut Ruben Onsu, dirinya sampai berutang demi membahagiakan istri dan anak-anaknya.
"Next pembelajaran diri, next jangan iya2 aja deh buat nyenengin org, sampe kepala jd kaki, kaki jd kepala ujung2 nya hutang untuk menutupi,
dan yg bikin ngakak dia minta barang yg bayar nya dari hasil ngutang wkwkwk ini lelucon kawan," tulisnya lagi.
Sarwendah kemudian menyindir soal aib suami yang selama ini ia tutupi.
"Di agama apapun dalam perhikahan menutupi AIB suami adalah ibadah,
saya hanya melakukan kewajiban saya sebagai istri," tulisnya.
Baca juga: Timsus Begal Binjai Amankan Sepeda Motor Curian Asal Aceh, Pelaku Kabur ke Medan
Sementara itu, Ruben Onsu justru menyinggung soal sosok penghasut utama di kasus mereka.
Ia menyebut sosok itu adalah 'ade'.
"nah ade nya marah2 sendiri wkwk hei penghasut utama, lo jng marah2 kan lo salah satu org utama yg memanas2 in semua ini, lo yg sibuk cari info sana sini, ," tulis Ruben.
Ruben pun menyindir sosok itu sebagai orang yang mencari makan di rumahnya.
"Coba fokus cari kerjaan lain jng rumah gw mulu, dududu maaf bukan takut, masa gw takut sama org yg cari makan di keringet gw wkwkwk," tulisnya.
Akui 6 Bulan tak Kirim Uang ke Anak
Akui 6 bulan tak kirim uang ke anak, Ruben Onsu sebut protes ke Sarwendah.
Pasalnya ia tak mendapatkan hak seperti yang sudah disepakati.
Pasca bercerai, hubungan Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah memanas.
Baca juga: Setelah Mohamed Salah, Liverpool pun akan Kehilangan Bek Andalan Ibrahima Konate
Isu mengenai hak bertemu anak mencuat ke permukaan, kini perhatian beralih pada persoalan kewajiban nafkah serta biaya pemeliharaan anak-anak mereka.
Belum lama ini, pihak Sarwendah menggelar konferensi pers untuk menyampaikan sejumlah hal terkait hubungannya dengan Ruben Onsu.
Dalam konferensi pers tersebut, Ruben disebut sudah tak lagi memenuhi kewajiban untuk menafkahi buah hatinya sejak akhir tahun 2025.
Baca juga: JALUR Mandiri USU 2026 Segera Ditutup 10 Juni, Berikut Persyaratan Hingga Biaya Pendaftaran
Pernyataan dari pihak Sarwendah tersebut kemudian mendapat respons dari tim kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.
Minola kembali membeberkan bukti bahwa pemilik nama lengkap Ruben Samuel Onsu itu memberikan nafkah hingga Rp200 juta.
Meski telah memenuhi kewajiban nafkah, Ruben justru merasa kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya.
Baca juga: NASIB Kurator Kebun Binatang Usai Buat Nama Trump di Kandang Kerbau Albino Viral, Kini Disanksi
"Sejak bercerai itu kami sudah buktikan ya, kalau kita flashback ke waktu preskon saya yang membuktikan tiap bulan Ruben kasih Rp200 juta, sekian ratus juta termasuk uang sampah ya," kata Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (1/6/2026).
"Tapi itu tidak membuat S itu melaksanakan kewajibannya untuk mempertemukan bahkan bagaimana caranya dia orang tua yang bijak sehingga anak-anak bisa berkumpul 2-3 hari sama Ruben," tuturnya.
Karena itulah, kakak Jordi Onsu ini berhenti menafkahi anak sejak enam bulan lalu.
Hal itu dilakukan Ruben sebagai bentuk protes karena tidak bisa bertemu anak-anaknya.
"Jadi ini kan masalah hak dan kewajiban. Ruben berpikir, kewajibanku ku bayar terus bahkan melampaui apa yang seharusnya. Hak aku, aku enggak dapat," jelas Minola.
"Dia juga ingin menunjukkan aksi protesnya. Aku juga bisa tidak melaksanakan kewajibanku. Dan itu baru dilaksanakan mulai dari Desember ya sampai hari ini."
"Baru enam bulan sudah teriak, anaknya juga yang mau dikasih makan, yang mau dibiayai, sudah teriak-teriak gitu, dianggap dia jadi pahlawan."
"Ruben selama ini yang bertahun-tahun menafkahi anak-anaknya itu apa dong namanya? Jadi jangan coba mencari hal-hal yang seperti itu. Jangan kita merasa enam bulan, kita udah udah jadi pahlawan," paparnya.
(tribun-medan.com)