Dukung Langkah Mualem, Faisal Rizal Tegaskan Gas Aceh Harus Memberi Manfaat Maksimal untuk Rakyat
Yocerizal June 02, 2026 12:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, yang meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunda persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja (WK) South Andaman mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Staf Khusus Gubernur Aceh sekaligus Ketua Aceh Foundation, Faisal Rizal Hasan, menilai langkah yang diambil Mualem merupakan bentuk keberpihakan terhadap kepentingan jangka panjang Aceh dan generasi mendatang.

Menurut Faisal, surat resmi Pemerintah Aceh yang meminta penundaan persetujuan PoD bukanlah upaya menghambat investasi, melainkan memastikan pengelolaan sumber daya alam Aceh memberikan nilai tambah yang maksimal bagi daerah.

“Ini bukan soal menolak investasi atau memperlambat pengembangan proyek,"

"Yang diperjuangkan Mualem adalah bagaimana kekayaan gas Aceh tidak hanya diambil, tetapi juga diolah sehingga mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Aceh,” kata Faisal Rizal Hasan, Senin (1/6/2026).

Sebelumnya, melalui surat bernomor 500.10/2264 tertanggal 27 Februari 2026, Pemerintah Aceh meminta Menteri ESDM menunda persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo WK South Andaman hingga tercapai kesepakatan dengan Mubadala Energy terkait skema pengembangan lapangan tersebut. 

Pemerintah Aceh menginginkan pengolahan gas dilakukan melalui fasilitas darat atau Onshore Processing Facility (OPF) di KEK Arun, bukan sepenuhnya menggunakan sistem Floating Production Storage and Offloading (FPSO).

Baca juga: Mualem Surati Menteri Bahlil Minta Gas WK Andaman Selatan Diolah di Arun

Baca juga: Triliunan Harta di Bawah Tanah Aceh jatuh ke Jaringan Kejahatan

Faisal menegaskan, keberadaan infrastruktur migas yang sudah tersedia di kawasan KEK Arun merupakan aset strategis yang harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali industri energi Aceh.

“KEK Arun memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri gas nasional. Infrastruktur yang masih ada harus menjadi bagian dari masa depan pengembangan South Andaman,"

"Jika pengolahan dilakukan di darat, peluang lahirnya industri turunan, lapangan kerja, investasi baru, dan peningkatan pendapatan daerah akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Keberanian Politik Memperjuangkan Hak Aceh

Ia juga menilai langkah Mualem menunjukkan keberanian politik dalam memperjuangkan hak Aceh agar tidak hanya menjadi daerah penghasil sumber daya, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis hilirisasi energi.

“Yang diperjuangkan Mualem adalah masa depan Aceh. Kita ingin Aceh menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton di tengah besarnya potensi migas yang dimiliki daerah ini,"

"Karena itu, kami mendukung penuh sikap Gubernur Aceh dalam memperjuangkan skema yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh,” tegas Faisal.

Menurutnya, keputusan mengenai model pengembangan South Andaman akan menjadi penentu arah pembangunan ekonomi Aceh dalam beberapa dekade ke depan. 

Oleh sebab itu, seluruh pihak diharapkan mendukung upaya Pemerintah Aceh untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat Aceh secara luas.(*)

Baca juga: Rafi Hafiz, Putra Aceh Barat yang Lolos Kampus Top di Australia dan Kanada

Baca juga: Tiga Lagi Jamaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci, Total jadi Enam Orang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.