Teddy Balas Dino Patti Djalal Soal Prabowo Kerap ke Luar Ngeri, Sindir Jadi Wakil Menlu Cuma 3 Bulan
Rr Dewi Kartika H June 02, 2026 01:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons pernyataan Dino Patti Djalal soal Presiden Prabowo Subianto yang sering ke luar negeri.

Teddy menyebut Dino merupakan seorang diplomat yang hebat.

Namun di tengah pujian tersebut, Teddy menyinggung Dino yang menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri hanya selama 3 bulan.

"Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan," kata Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, dikutip Senin (1/6/2026).

"Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walaupun hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," tambahnya.

Dalam pernyataannya beberapa Waktu lalu, Dino menyebut kunjungan kepala negara ke luar negeri, bisa menghabiskan dana hingga ratusan miliar.

Teddy lalu menjawab terkait biaya perjalanan dinas Prabowo ke luar negeri. 

Menurutnya biaya tersebut sepenuhnya ditanggung oleh dana pribadi Presiden.

"Jadi yang pertama, masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," jelasnya.

Terkait jumlah rombongan yang mendampingi Presiden, ia pun menjelaskan jumlahnya sudah jauh berkurang dari masa pemerintahan Dino. 

"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Berkurang lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu, itu sekaligus luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," ujarnya.

Di kesempatan sama, Teddy menyampaikan, ketika Prabowo menjabat, dunia langsung dilanda krisis.

Walhasil, Prabowo harus membangun hubungan kuat dengan para pemimpin negara lain. 

"Masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir. Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis. Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah, itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya," ujar Teddy.

"Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia," sambungnya.

Teddy menegaskan, Indonesia tidak bisa hanya meminta bantuan kepada negara lain ketika sudah terjadi krisis. 

Dia menekankan, Presiden harus menjalin hubungan yang baik. Sebab, dengan begitu, ketika terjadi kondisi mendesak, Indonesia bisa meminta bantuan. 

"Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antarpemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi," ucap Teddy. 

Keuntungan Presiden ke Luar Negeri Menurut Teddy

Teddy mengatakan, salah besar jika kunjungan ke luar negeri Prabowo dianggap sebagai gagah-gagahan dan seremonial. 

Dia mengajak masyarakat melihat capaian dari kunjungan luar negeri Prabowo dalam 1,5 tahun terakhir. 

"Yang pertama, Indonesia masuk BRICS. Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," papar Teddy. 

"Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," lanjutnya. 

Ketiga, kata Teddy, total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun terakhir adalah sekitar Rp 2.430 triliun, berdasarkan data dari BKPM. 

Tidak hanya itu, bulan lalu, ketika Prabowo berkunjung ke Jepang dan Korea, ada investasi yang masuk sekitar Rp 575 triliun. 

"Kemudian yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang. Dan itu dari banyak sekali negara, Prancis, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Eropa, banyak negara," kata Teddy.

Kelima, Teddy mengeklaim, program ibadah haji tahun 2025 dan 2026 lancar, nyaris tidak ada kendala yang signifikan. 

Dia memamerkan bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara yang punya perkampungan haji di Arab Saudi. 

Bahkan, Arab Saudi sampai mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di tanah mereka, untuk digunakan oleh jemaah haji. 

"Kemudian yang keenam, Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina. Apa buktinya? Satu, kita ada drop-off logistik dari udara, sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa, kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat. Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina," jelasnya. 

Teddy menyampaikan, Indonesia menyekolahkan sekitar 100 anak-anak Palestina di universitas di Indonesia. 

Terakhir, Teddy mengungkit pembebasan WNI yang ditangkap Israel. 

Menurutnya, berkat diplomasi dari Menteri Luar Negeri Sugiono, WNI itu langsung dikembalikan ke Indonesia. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.