Air Mata Buaya ART di Bogor Siksa Sesama Pembantu hingga Tewas, Kebohongan Pelaku Dibongkar Polisi
khairunnisa June 02, 2026 12:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kebohongan tiga asisten rumah tangga (ART) di Cileungsi, Kabupaten Bogor yang keji menyiksa sesama pembantu akhirnya terbongkar.

Penyidik kepolisian berhasil membongkar alibi para ART yang menganiaya sesama pembantu hingga tewas.

Kasus ART tewas akibat dianiaya sesama ART terjadi di  di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

ART berinisial RR (26) meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026) setelah mendapatkan sederet penyiksaan dari sesama ART berinisial NR, FR, dan Y.

Sebelum kasus tersebut terkuak, penganiayaan yang dilakukan tiga ART itu masih tak diketahui polisi.

Terlebih saat kejadian berlangsung, sang majikan sedang berada di luar kota.

Alhasil majikan tidak mengetahui penyebab pasti RR meninggal dunia.

Diinterogasi penyidik, salah satu ART yakni NR mengurai alibi mengejutkan.

Kata NR, korban yakni RR meninggal dunia karena tak sengaja tersiram air panas pada Rabu (27/5/2026).

"Dari Jumat habis itu dia kepeleset gara-gara dia pusing terus mual," akui NR.

Namun cerita dari NR itu tak dipercayai penyidik kepolisian.

Hingga akhirnya NR pun diajak berbincang santai oleh Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison.

Lama kelamaan, NR pun mengakui perbuatan kejinya.

Sambil berurai air mata, NR menceritakan perlakukan kejam ia dan dua temannya saat menyiksa korban.

NR mengaku dia lah yang menyiram air panas ke tubuh RR karena disuruh dua rekannya, FR dan Y.

"Kan ada teman saya, terus karena dia (korban) enggak nemuin kabel itu, jadi saya disuruh siram air panas pak," ungkap NR.

"Ke siapa?" tanya Kompol Edison.

"Ke si teman saya itu (korban)," imbuh NR.

Terkait dengan alasan para ART itu menyiksa RR, NR mengurai penjelasan mengejutkan.

Bahwa RR disiksa cuma karena tidak tahu di mana kabel jam tangan punya majikannya berada.

"Alasannya apa (korban) disiram (air panas)?" tanya Kompol Edison.

"Karena dia (korban) punya kesalahan, enggak nyari kabel yang jam tangan itu pak," ujar NR.

Baca juga: ART di Cileungsi Bogor Dianiaya Rekannya Hingga Tewas, Pelaku Sempat Berbohong

Pengakuan dari NR itu lah yang membawa penyidik akhirnya menangkap dua pelaku lainnya, FR dan Y.

Saat diinterogasi polisi, FR dan Y mengaku memang mereka yang menyiram air panas hingga kulit korban melepuh.

Bukan cuma itu, para ART itu juga tega memukuli tubuh RR dengan botol kaleng semprotan nyamuk dan sapu.

Akibat perbuatan itu, RR pun jatuh sakit berhari-hari.

RR akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Sabtu 30 Mei 2026.

"Di tanggal 28 dia (korban) mulai lemah, tanggal 29 dia lemah sekali, 30 lah itu dia meninggal di jam 19.30, barulah mereka ngasih tau ke bosnya bahwa ini sudah meninggal," kata Kompol Edison.

ART BOGOR TEWAS: Polisi amankan pelaku penganiayaan terhadap ART di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
ART BOGOR TEWAS: Polisi amankan pelaku penganiayaan terhadap ART di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. (Dok Polsek Cileungsi)

Polisi mengurai fakta

Sebelumnya diwartakan, Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison menceritakan bahwa kasus tersebut terkuak setelah penyidik curiga dengan kondisi korban yang tak wajar.

Hal itu terungkap setelah korban dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

"Kami mendapatkan foto dari RT/RW dan Satpam bahwa ada kejanggalan dalam kondisi tubuh korban ini. Akhirnya kami datang ke rumah sakit, kita buka kembali, ternyata betul jadi ada tampak meninggalnya karena tidak wajar," ujar Kompol Edison.

Dari bukti fisik tersebut pihak kepolisian langsung melakukan pendalaman dengan memeriksa salah satu pelaku yang juga merupakan ART yakni NR.

Kepada polisi, NR sempat berkilah bahwa korban meninggal dunia akibat terjatuh lalu tersiram air panas.

Tak lantas percaya, penyidik pun terus menginterogasi NR hingga akhirnya kejadian sebenarnya terungkap.

"Begitu kita dalami interogasinya terus, akhirnya mengaku bahwa korban ini dilakukan perundungan oleh tiga orang sesama ART lainnya di kamar atas," imbuh Kompol Edison.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.