TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mempawah, Ismail resmi memasuki masa purna tugas per 1 Juni 2026.
Inilah profil Sekda Mempawah Ismail.
Ismail menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah yang selama ini telah bekerja bersama dengan penuh kekompakan dan semangat kebersamaan.
Menurut Ismail, keberhasilan yang diraih selama memimpin tidak terlepas dari dukungan seluruh jajaran ASN dan staf yang selalu bekerja secara solid.
"Kita hebat karena kebersamaan dan kekompakan yang kuat," ujar Ismail dalam kegiatan Sehari Bersama Drs. Ismail, M.M, di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Jumat 29 Mei 2026.
Dengan penuh rasa syukur, Ismail mengaku bangga dapat menuntaskan pengabdian selama lebih dari tiga dekade sebagai ASN di Kabupaten Mempawah.
Ia berharap pengalaman dan nilai-nilai yang selama ini dijunjung dapat terus diterapkan oleh generasi ASN berikutnya.
• Jelang Purna Tugas, Sekda Mempawah Ismail Terima Apresiasi dari Kalangan Tokoh Pemuda
Berikut profil Sekda Ismail:
1. Lengkap: Drs. H. Ismail, MM
2. Asal: Sungai Pinyuh, Mempawah – lahir dari keluarga nelayan sederhana.
3. Karier ASN: Memulai dari staf biasa di Pemkab Mempawah, meniti karier hingga Sekda.
4. Jabatan Sekda: 2016–2026, menjabat selama 10 tahun penuh.
Dalam pesannya kepada ASN, Ismail mengingatkan pentingnya menjaga sikap rendah hati saat menjalankan amanah jabatan.
Menurutnya, jabatan merupakan titipan yang sewaktu-waktu dapat berakhir sehingga tidak boleh menjadi alasan untuk bersikap sombong.
"Ketika diberi amanah jangan sombong dan takabur, karena semua bisa diambil kapan saja. Karena itu kita harus selalu memohon bimbingan dan keselamatan dalam menjalankan amanah," pesannya.
Selain itu, Ismail juga mengingatkan seluruh ASN untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja dan menjaga netralitas sebagai aparatur negara.
Ia menegaskan ASN harus menjauh dari politik praktis serta terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin berkembang.
"ASN harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memiliki target dalam perjalanan karier agar siap menghadapi berbagai tantangan ke depan," katanya.
Ismail berpesan agar seluruh jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah terus menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
"Jaga selalu kekompakan dan seluruh jajaran Setda harus saling bersinergi serta mendukung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.
Purna tugas Ismail menandai berakhirnya perjalanan pengabdian selama 34 tahun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.
Dedikasi dan kontribusinya selama menjabat di berbagai posisi pemerintahan diharapkan dapat menjadi teladan bagi ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat, daerah, dan negara.
• Pesan Terakhir Ismail untuk PNS Mempawah: Terus Belajar, Tingkatkan Kompetensi dan Jaga Netralitas
Bupati Mempawah, Erlina menuturkan bahwa perjalanan hidup Sekda Ismail merupakan kisah nyata yang patut menjadi teladan bagi generasi muda.
"Pak Ismail lahir dan tumbuh dalam kesederhanaan di wilayah pesisir Sungai Pinyuh. Sejak kecil beliau sudah terbiasa membantu nelayan mencari nafkah untuk membantu keluarga. Namun di tengah keterbatasan itu, semangat belajar dan ibadahnya tidak pernah surut," ujar Erlina.
Menurutnya, kehidupan yang keras tidak membuat H. Ismail menyerah pada keadaan.
Sebaliknya, kondisi tersebut justru membentuk karakter tangguh yang kemudian menjadi modal penting dalam perjalanan hidupnya.
Dukungan dari tokoh masyarakat yang melihat potensi dan ketekunannya membuka jalan bagi Ismail untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Bekal ilmu yang diperoleh kemudian mengantarkannya meniti karier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.
Kariernya dimulai dari posisi paling dasar sebagai staf.
Dengan dedikasi dan kemampuan yang terus diasah, ia dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Kepala Subbagian, Kepala Bagian, Asisten II Setda, hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah.
Bupati Erlina mengenang peran penting H. Ismail saat Kabupaten Mempawah menghadapi berbagai tantangan besar, khususnya ketika pandemi Covid-19 melanda dan kondisi ekonomi daerah berada dalam tekanan.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, H. Ismail disebut menjadi salah satu figur sentral yang membantu menjaga stabilitas pemerintahan serta memastikan program pembangunan tetap berjalan.
"Beliau selalu hadir dengan solusi dan pertimbangan yang matang. Saat daerah menghadapi keterbatasan anggaran, beliau mampu membantu merumuskan langkah-langkah strategis sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," katanya.