Istri Tewas Dianiaya Suami di Sultra, Dituduh Selingkuh dengan Tukang Parkir Gegara Sering ke Pasar
Listusista Anggeng Rasmi June 02, 2026 07:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan luas dan memicu keprihatinan masyarakat.

Peristiwa tragis tersebut melibatkan seorang pria berinisial IS (28) yang diduga tega menganiaya istrinya sendiri, AS (24), hingga meninggal dunia.

Publik dibuat terkejut bukan hanya karena tingkat kekerasan yang terjadi, tetapi juga karena pengakuan pelaku terkait motif di balik tindakannya.

Dalam proses pemeriksaan, terungkap bahwa IS diduga memiliki penyimpangan perilaku yang membuatnya merasa terpuaskan saat melihat korban mengalami penderitaan fisik.

Pengakuan tersebut sontak menambah perhatian terhadap kasus yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.

Banyak pihak menilai kasus ini sebagai salah satu bentuk kekerasan domestik yang sangat memprihatinkan.

Korban, AS, ditemukan meninggal dunia di kediamannya yang berada di kawasan Perumahan BTN Rezky, Desa Ambepua, Kecamatan Ranomeeto, pada Sabtu (30/5/2026).

Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diduga mengalami serangkaian tindakan kekerasan yang berlangsung dalam waktu tertentu.

SUAMI BUNUH ISTRI: Viral kasus suami di Konawe Selatan tega aniaya istri gara-gara fetish aneh. Parahnya, suami tak langsung lapor saat istrinya meninggal dunia.
SUAMI BUNUH ISTRI: Viral kasus suami di Konawe Selatan tega aniaya istri gara-gara fetish aneh. Parahnya, suami tak langsung lapor saat istrinya meninggal dunia. ((Ist)/Tribunnews.com)

Baca juga: Nasib Anggota TNI yang Aniaya Anak SMP hingga Tewas di Medan, Dihukum Ringan: Hanya Divonis 10 Bulan

Berdasarkan informasi yang beredar, AS mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya sendiri.

Bentuk kekerasan yang diduga dilakukan pelaku mencakup pemukulan, tendangan, hingga tindakan fisik lainnya yang menyebabkan kondisi korban semakin memburuk.

Tragisnya, korban disebut belum sempat mendapatkan pertolongan medis yang memadai sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini kemudian memicu gelombang reaksi dari masyarakat yang mengecam keras tindakan pelaku.

Banyak pihak berharap proses hukum berjalan secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

Peristiwa tersebut juga kembali mengingatkan pentingnya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga serta perlindungan terhadap korban yang berada dalam situasi rentan.

Aparat kepolisian kini terus mendalami kronologi kejadian, termasuk motif dan kondisi psikologis pelaku. 

Luka di tubuh korban

Akibat perbuatan sadis tersebut, AS mengalami luka memar parah di sekujur tubuhnya.

Berdasarkan hasil otopsi Tim Dokter Forensi RS Bhayangkara Kendari, ada 28 luka memar di tubuh AS.

Bukan cuma itu, dokter forensik juga menemukan adanya pembengkakan pada otak korban.

"Hasil visum luar terdapat 28 luka memar di sekujur tubuh korban mulai dari kepala hingga kaki," ungkap Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau dilansir dari TribunnewsSultra, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Sosok Selebgram Aniaya WN Brunei di Blok M hingga Tewas, Sempat Adu Mulut, Bawa Botol Kaca dalam Tas

Berikut adalah daftar luka-luka yang terdapat di sekujur tubuh korban akibat penganiayaan dari suaminya:

  1. Di kepala korban: Dua luka memar di kepala bagian belakang, dua memar di dahi kanan dan kiri, dua memar di pipi kanan, luka robek serta memar pada kelopak mata kanan, dan luka lecet di area alis serta kelopak mata kiri. 
  2. Di dada dan bahu korban: Satu luka memar di dada bagian tengah dan dua luka lecet pada bahu kanan. 
  3. Di lengan korban: Tiga luka memar di lengan atas kanan, satu memar di lipatan dalam siku kanan, serta satu luka lecet tekan pada bagian belakang siku kiri. 
  4. Di kaki korban: Satu luka memar di panggul kiri, tiga memar di paha kanan (bagian atas dan luar), jaringan parut (sikatrik) serta memar di paha kiri, memar di betis depan, luka lecet dari betis hingga pergelangan kaki kanan, serta dua luka memar pada pergelangan kaki kiri bagian dalam.
  5. Luka fatal: adanya resapan darah, pembengkakan hebat pada otak, serta pelebaran pembuluh darah pada selaput otak.

Dari hasil otopsi itulah terungkap penyebab kematian AS, yakni karena cedera di kepala.

"Jadi penyebab utama kematian korban AS adalah akibat trauma tumpul pada kepala bagian belakang. Cedera fatal ini menyebabkan pembengkakan pada otak yang menekan pusat pernapasan, hingga akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia," imbuh AKP Welliwanto Malau.

Ilustrasi jenazah.
Ilustrasi jenazah. (KOMPAS.COM/HANDOUT)

Fetish aneh pelaku

Tega menghabisi nyawa korban dengan cara sadis, IS mengurai pengakuan mengejutkan ke polisi.

IS mengaku tega menghajar sang istri karena cemburu buta.

Selama ini IS sering cemburu pada istrinya yang sering berbelanja ke pasar.

IS bahkan kesal dan menuduh AS main serong dengan tukang parkir hingga pedagang di pasar.

Tiap kali cemburu, IS langsung menganiaya AS dengan cara keji.

Bukan cuma penganiayaan, IS juga melakukan balas dendam terhadap istrinya dengan cara kejam.

Yakni IS menyuruh istrinya pakai baju seksi agar dilihat pedagang di pasar.

Setelah pulang dari pasar, AS pun kembali dipukuli IS.

Di hari kematiannya, AS bukan cuma dipukuli IS dengan sadis.

Kabarnya IS juga menendang, menggunting rambut, hingga membanting tubuh istrinya sampai luka-luka.

Anehnya, tiap IS tak menghentikan aksinya sekalipun sang istri merintih kesakitan.

Sebab diakui IS, nafsu seksualnya malah bertambah saat mendengar rintihan kesakitan sang istri.

IS akhirnya memaksa istrinya berhubungan intim setelah AS lemas tak berdaya akibat penganiayaan.

Namun di hari Sabtu subuh itu, AS tak kuat lagi menahan penyiksaan dari suaminya.

Pelaku tak percaya istrinya meninggal

AS akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah izin ke kamar mandi ke suaminya.

Di momen itu, IS dibuat syok saat mendapati sang istri terbujur kaku setelah mengeluh sakit perut.

"Pelaku sempat berusaha membangunkan korban karena tidak percaya istrinya telah meninggal dunia," pungkas AKP Welliwanto Malau.

Diakui pelaku, ia sempat membersihkan tubuh korban menggunakan air.

IS juga melepaskan baju korban, menyelimuti tubuh istrinya dengan sarung dan memeluknya.

Kala itu IS berharap AS bisa hidup kembali setelah ia aniaya.

Tak berselang lama, IS pun ditangkap penyidik Polresta Kendari pada Minggu (31/5/2026).

(TribunNewsmaker.com/ TribunnewsBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.