Cristiano Ronaldo tetap menjadi pusat perdebatan saat Portugal bersiap menghadapi kampanye Piala Dunia berikutnya, dengan para penggemar dan pengamat terbelah pendapat mengenai perannya. Pelatih Lyon, Paulo Fonseca, kini turut memberikan pandangan ahlinya mengenai apakah penyerang legendaris itu menjadi keuntungan atau justru beban bagi tim nasional.
Dilema Ronaldo bagi Martinez
Portugal memasuki Piala Dunia 2026 dengan fokus yang sama seperti sebelumnya, namun menghadapi dilema modern. Roberto Martinez telah memilih 26 pemain yang menggabungkan pengalaman luar biasa dari Ronaldo dengan masa keemasan bintang seperti Bruno Fernandes dan Ruben Dias. Pada usia 41 tahun, Ronaldo tetap menjadi kapten sekaligus pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional. Namun, kehadirannya memunculkan perdebatan tak terhindarkan tentang fleksibilitas taktik tim.
Meskipun kini bermain di Arab Saudi bersama Al-Nassr, Ronaldo masih menjadi pemimpin tak tergantikan di lini depan. Namun, dengan kenangan pahit tersingkir di perempat final Piala Dunia 2022 melawan Maroko yang masih segar, tekanan kini ada pada Martinez untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara menghormati legenda dan memaksimalkan potensi generasi emas yang memiliki kedalaman luar biasa di setiap posisi.
Fonseca menilai dampak sang veteran
Beberapa kritikus berpendapat bahwa kehadiran penyerang Al-Nassr itu bisa membatasi fleksibilitas taktik tim asuhan Martinez, tetapi Fonseca memiliki pandangan tegas bahwa sang veteran sama sekali bukan beban. Dalam wawancara dengan A BOLA, Fonseca menolak anggapan bahwa pemain dengan kualitas seperti Ronaldo dapat memberikan dampak negatif bagi tim.
"Seorang pemain yang mencetak begitu banyak gol? Yang terus mencetak begitu banyak gol? Itu tidak bisa dianggap sebagai masalah. Ada banyak hal tambahan yang mungkin ia bawa ke dalam tim. Termasuk kemampuan kepemimpinannya, kemampuannya melindungi tim karena sosoknya yang besar. Dan tentu saja, gol," ujar Fonseca.
Ekspektasi menuju Piala Dunia 2026
Mengenai prospek Portugal di turnamen Piala Dunia, Fonseca memilih untuk tetap realistis meski mengakui bakat luar biasa yang dimiliki skuad saat ini. Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi seorang pelatih yang memiliki waktu terbatas untuk menanamkan pola taktik di dalam tim yang para pemainnya berasal dari berbagai liga dan klub berbeda.
"Saya pikir Portugal akan tampil baik di Piala Dunia, tetapi saya tidak akan berani menaruh tekanan untuk menjadi juara. Mungkin, dalam hal kualitas pemain, ini adalah tim nasional terbaik sepanjang masa, dengan para pemain di klub-klub besar Eropa yang penuh kualitas dan sudah bermain bersama cukup lama. Namun untuk menyebut Portugal sebagai favorit, saya rasa tidak adil. Tapi saya punya keyakinan besar pada tim nasional Portugal," jelas Fonseca.
Jalur menuju babak gugur
Bagi Ronaldo, Piala Dunia keenam ini menjadi kesempatan terakhir untuk meraih satu-satunya trofi besar yang belum pernah ia menangkan. Perjalanan Portugal akan dimulai di Grup K, di mana mereka akan menghadapi Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. Tim Selecao dijadwalkan memainkan dua laga pertama mereka di Houston sebelum menuju Miami untuk pertandingan terakhir fase grup melawan wakil Amerika Selatan tersebut pada 27 Juni.