Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CILEUNGSI - Polisi berhasil mengungkap dugaan penganiayaan yang mengakibatkan asisten rumah tangga (ART) di wilayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor meninggal dunia.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison mengatakan hal itu terungkap setelah korban dilarikan ke rumah sakit dan ditemukan adanya tanda-tanda tak wajar di balik kematiannya.
"Kami mendapatkan foto dari RT/RW dan Satpam bahwa ada kejanggalan dalam kondisi tubuh korban ini. Akhirnya kami datang ke rumah sakit, kita buka kembali, ternyata betul jadi ada tampak meninggalnya karena tidak wajar," ujarnya, Senin (1/6/2026).
Dari bukti fisik tersebut pihak kepolisian langsung melakukan pendalaman dengan memeriksa salah satu pelaku yang juga merupakan ART.
Namun, kata dia, ART tersebut sempat berkilah bahwa korban meninggal dunia akibat terjatuh lalu tersiram air panas.
Akan tetapi pihak kepolian tak percaya begitu dan terus menginterogasi ART tersebut hingga akhirnya kejadian sebenarnya terungkap.
"Begitu kita dalami interogasinya terus, akhirnya mengaku bahwa korban ini dilakukan perundungan oleh tiga orang sesama ART lainnya di kamar atas," katanya.
Korban yang diketahui berinisial RR (26), perempuan asal Garut, Jawa Barat itu meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026) diduga akibat dianiaya oleh tiga rekannya.
Peristiwa itu bermula saat sang majikan yang hendak pergi ke luar kota menanyakan charger jam tangan kepada para ART pada 26 Mei 2026.
Akan tetapi, korban mengaku tidak mengetahui dan membuat pelaku kesal hingga melakukan perundungan terhadap korban pada keesokan harinya tepatnya 27 Mei 2026.
"Kata si tiga temannya tuh coba ada di mana kabelnya, kata si korban di sana, nggak ada, di sini, nggak ada. Karena kesal, si korban ini disuruh buka baju kemudian, buka celana, jadi hanya pakai dalaman saja," ujar Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, Senin (1/6/2026).
Dalam perundungan tersebut, korban mendapat perlakuan tak mengenakan hingga mendapat penganiayaan fisik oleh ketiga pelaku secara bergantian.
Di dalam kamar mandi, korban disiram oleh air panas dengan temperatur tinggi hingga kulitnya melepuh.
Tak hanya itu, korban juga dipukul menggunakan tabung kaleng obat nyamuk dan sapu oleh pelaku saat berteriak kesakitan.
Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku membawa korban ke kamar ART dalam kondisi yang sudah tak berdaya hingga akhirnya meninggal dunia.
"Di tanggal 28 dia mulai lemah, tanggal 29 dia lemah sekali, 30 lah itu dia meninggal di jam 19.30, barulah mereka ngasih tau ke bosnya bahwa ini sudah meninggal," katanya.
Kompol Edison mengatakan, pada saat kejadian sang majikan tidak mengetahui kejadian tersebut karena sedang tidak berada di rumah.
Sementara itu, ketiga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Cileungsi guna pemeriksaan lebih lanjut.
"Majikannya tidak tahu sama sekali, ada di luar kota. Bosnya telepon ke RT/RW dan security untuk dibawakan ambulans, kemudian (korban) dibawa ke rumah sakit," katanya.