SAKSI KATA: Rahman Abdullah Ungkap Kronologi Kebakaran Rumah Dua Lantai di Pohe Gorontalo
Fadri Kidjab June 02, 2026 08:59 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kebakaran yang menghanguskan rumah dua lantai milik keluarga Abdullah di Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, pada Rabu (27/5/2026) malam, menyisakan cerita duka dari pemiliknya.

Rahman Abdullah (46), salah satu penghuni rumah, menceritakan detik-detik saat dirinya pertama kali mengetahui kebakaran tersebut.

Saat kejadian, Rahman mengaku sedang berada di lantai dua rumah sambil bermain ponsel, sebelum akhirnya melihat api mulai membesar di salah satu kamar.

Berikut petikan wawancara eksklusif TribunGorontalo.com (host) dengan Rahman Abdullah.

KEBAKARAN RUMAH -- Kondisi rumah Rahman Abdullah pascakebakaran di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo. (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
KEBAKARAN RUMAH -- Kondisi rumah Rahman Abdullah pascakebakaran di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo. (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga) (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Host: Pak bisa dijelaskan kejadian kebakaran dan saat itu bapak berada di mana?

Rahman Abdullah: Saya awalnya dari rumah sebelah, rumah kakak. Habis dari sana saya langsung pulang ke rumah sini. Sampai di rumah saya langsung naik ke atas karena biasanya saya tidur di lantai dua.

Host: Kalau di lantai dua ada berapa kamar pak?

Rahman Abdullah: Ada empat ruangan dengan satu gudang. Tapi yang biasa dipakai cuma tiga kamar.

Host: Setelah naik ke atas apa yang bapak lakukan, sebelum akhirnya melihat api?

Rahman Abdullah: Saya masuk ke kamar belakang yang biasa saya tempati. Di situ saya cuma bermain handphone.

Host: Sekitar jam berapa itu pak?

Rahman Abdullah: Kalau tidak salah sekitar jam tujuh lewat malam, mungkin setengah delapan api sudah membesar.

Host: Kapan mulai merasa mulai kebakaran pak?

Rahman Abdullah: Saat itu saya sedang main HP, awalnya saya dengar seperti ada suara orang becerita naik ke lantai atas. Seperti suara anak-anak. Yang sedang berbicara. Tapi saya tidak terlalu memperhatikan karena saya pikir biasa saja. Anak-anak memang sering biasa ada anaka di di sini, jadi saya tidak curiga apa-apa.

Host: Nah Kemudian Apa yang terjadi setelah itu pak?

Rahman Abdullah: Saya pun tidak lama keluwr kamar. Nah Tidak lama kemudian paman saya keluar dengan panik lalu turun ke bawah. Hanya paman saya hanya billing ih-ih. Saya di situ mulai curiga dan mengecek kamar.

Host: Siapa paman bapak? Kenapa dia berteriak ih-ih?

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Rumah Pohe Gorontalo, Diduga Akibat Korsleting Listrik

KEBAKARAN RUMAH -- Rahman Abdullah, korban kebakaran rumah di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo, hanya bisa pasrah. Ia kini memilih tinggal di rumah kerabatnya. (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
KEBAKARAN RUMAH -- Rahman Abdullah, korban kebakaran rumah di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo, hanya bisa pasrah. Ia kini memilih tinggal di rumah kerabatnya. (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Rahman Abdullah: Paman saya, Jaidu Abdullah. Dia bilang ih-ih mungkin sudah ada lihat api. Awalnya saya heran kenapa beliau buru-buru turun ke bawah. Tapi setelah saya lihat dari arah pintu kamar dekat tangga ternyata memang sudah ada api.

Host: Pertama kali api terlihat di bagian mana pak?

Rahman Abdullah: Yang saya lihat api sudah ada di kamar depan dekat tangga. Api membakar di atas dulu.

Host: Saat itu siapa saja yang berada di rumah?

Rahman Abdullah: Hanya saya dan paman saya. Paman saya itu sudah tidak terlalu waras.

Host: Apa yang langsung Bapak lakukan setelah melihat api?

Rahman Abdullah: Saya langsung turun ke bawah mencari air. Niatnya mau memadamkan api sebelum membesar.

Host: Berarti bapak sempat menyiram api?

Rahman Abdullah: Belum sempat. Saat saya turun cari air, api sudah cepat membesar. Di samping rumah juga sudah ada warga yang membantu menyiran.

Host: Apakah saat itu Bapak tdak sempat memikirkan untuk menyelamatkan barang-barang bapak?

Rahman Abdullah: Iya. Yang pertama saya hanya kepikiran untuk memadamkan api. Kemudian saya pikir hp saya masih di lantai dua di kamar saya.

Host: Berarti Bapak sempat kembali naik ke atas untuk mengambilnya?

Rahman Abdullah: Saya sempat berpikir begitu. Tapi waktu mau naik lagi, api sudah ada di sekitar tangga dan sangat besar.

Host: Jadi tidak bisa naik lagi?

Rahman Abdullah: Tidak bisa. Tangga sudah dipenuhi api. Kalau dipaksakan naik sangat berbahaya.

Baca juga: Cerita Korban Kebakaran di Pohe Gorontalo, Rahman Abdullah Sebut Api Muncul dari Kamar Atas

Host: Apakah ada warga yang sempat membantu menyelamatkan barang di lantai atas?

Rahman Abdullah: Ada banyak yang membantu tapi dengan alat seadanya.

Host: Barang-barang apa saja yang terbakar pak?

Rahman Abdullah: Banyak. Pakaian, kasur, barang-barang rumah tangga dan perlengkapan lain yang ada di lantai dua semua itu terbakar.

Host: Bagaimana kondisi lantai dua setelah kebakaran?

Rahman Abdullah: Yang paling parah memang di atas. Hampir semua bagian atas terdampak kebakaran. Api cepat merambat karena hanya terbuat dari papan hanya dinding yang tidak terbakar.

Host: Apakah ada perabot lain yang tidak terbakar pak? Seperti kulkas atau televisi.

Rahman Abdullah: Kulkas ada di bawah. Itu kulkas yang tidak dipakai sudah rusak. Jadi tidak terbakar juga itu.

Host: Kalau ditaksir berapa kerugian yang dialami?

Rahman Abdullah: Saya belum tahu pasti jumlah kerugiannya karena sudah terbakar semua. Lantai bawah saja terbakar di dapur kemudian kamar paman saya.

Host: Apa harapan Bapak setelah musibah ini?

Rahman Abdullah: Harapan saya ada bantuan sekadarnya. Karena semua terbakar pakaian habis semua habis.

Host: Berarti sisa pakaian di badan pak?

Rahman Abdullah: Iya ini sisa pakaian di badan semua kain saya terbakar hangus. Padahal di situ juga ada dokumen pribadi keluarga saya karena ini rumah ayah dan ibu saya. Saya belum menikah masih bujang.

Host: Setelah kebakaran bapak tinggal di mana?

Rahman Abdullah: Untuk sementara saya tinggal di rumah kakak saya di sebelah rumah ini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.