TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pelaku pembunuhan asisten rumah tangga (ART) di Bogor akhirnya membuat pengakuan. Dia bahkan menunjukan lokasi penganiayaan terhadap korban.
ART, RR (26) tewas setelah dianiaya tiga rekannya di perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
RR merupakan wanita asal Garut, Jawa Barat.
Dia meninggal pada Sabtu (30/5/2026).
Sedangkan pelaku yang juga ART di rumah tersebut yakni J, F, dan D.
Kejadian bermula ketika sang majikan menjadi kabel charger jam tangan pada 26 Mei 2026.
Korban mengaku tidak mengetahui.
"Kemudian disampaikan ke empat pembantunya untuk dicari dan diminta bertanggung jawab apabila tidak ditemukan," kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison.
Selama majikan ke luar kota, empat ART mencari tanpa hasil.
Tiga temannya lantas menuduh RR sebagai pihak yang bertanggung jawab.
"Kata si tiga temannya, 'tuh coba ada di mana kabelnya ?'. Kata korban, 'di sana gak ada di sini'," katanya.
"Tiga temannya kesal kepada korban karena barang itu tidak ketemu," tambah Edison.
Saking kesalnya J kemudian meminta RR untuk buka baju.
Baca juga: Akal-akalan Pelaku Pembunuhan ART di Cileungsi Bogor, Sebut Korban Jatuh Lalu Tersiram Air Panas
Korban yang ketakutan langsung menuruti.
Dia pun dipaksa masuk ke kamar mandi.
Dilihat dari video beredar, mereka menaruh air mendidih dalam ember merah.
"Di sini (kamar mandi)," kata seorang pelaku yang sudah paruh baya.
Dia juga menunjukan ember yang dipakai untuk menyiram korban menggunakan air panas.
"Embernya ini," katanya.
Baca juga: Air Mata Buaya ART di Bogor Siksa Sesama Pembantu hingga Tewas, Kebohongan Pelaku Dibongkar Polisi
Air mendidih disiram oleh ketiganya secara bergantian.
"iya (disiram air panas dari kepala sampai kaki)," katanya.
Selain disiram menggunakan air mendidik korban juga dipukul menggunakan botol semprot racun serangga.
"Saya pak (yang pukul), karena suaminya," katanya ke Edison.
Kompol Edison menceritakan ketika disiram menggunakan korban sampai menjerit kesakitan.
"Korban menjerit kesakitan. Kemudian mulutnya dipukul menggunakan botol semprot," katanya.
Satu dari tiga pelaku memukul korban menggunakan sapu.
Baca juga: ART di Cileungsi Bogor Dianiaya Rekannya Hingga Tewas, Pelaku Sempat Berbohong
Setelah puas melampiaskan kekesalan, korban dibawa ke kamar pembantu dalam kondisi lemah.
Pada Rabu (27/5/2026) atau tepat hari Idul Adha, korban masih bisa berjalan tetapi kondisi kesehatannya terus menurun.
"Pada tanggal 28-nya sudah tidak bisa beraktivitas, sudah lemah sekali. Tanggal 30 itulah sekitar pukul 19.00 korban meninggal," kata Edison.
Kondisi tersebut awalnya dimanipulasi oleh pelaku.
Mereka mengaku bahwa korban jatuh lalu tersiram air panas.
"Begitu kita dalami interogasinya terus, akhirnya mengaku bahwa korban ini dilakukan perundungan oleh tiga orang sesama ART lainnya di kamar atas," katanya.
Kini tiga pelaku sudah diamankan.
Mereka dijerat Pasal 466 ayat 3.
"Sekarang sedang dalam proses pemeriksaan," katanya.
Sedangkan penyebab pasti kematian RR masih menunggu hasil otopsi.
"Dari yang kami lihat, kulitnya melepuh semua karena disiram air panas. Penyebab kematian nanti dari visum akan saya jelaskan," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t