TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Kebahagiaan terpancar dari wajah Tasriyah (46), jemaah haji asal Kabupaten OKU Timur, Sumsel, saat tiba di Asrama Haji Palembang, Selasa (2/6/2026).
Sambil membawa delapan boneka unta dan beberapa botol air zamzam sebagai oleh-oleh dari Tanah Suci, perempuan yang tergabung dalam Kloter 1 Debarkasi Palembang itu menyimpan kisah haru perjuangannya menunaikan ibadah haji setelah divonis menderita penyakit ginjal menjelang keberangkatan.
"Kami memang beli boneka unta banyak, ada delapan buah. Kalau tempat air minum yang besar berwarna emas ini kami beli tiga buah dan isinya air zamzam," kata Tasriyah yang pergi haji bersama suaminya, Suderman (49).
Menurut Tasriyah, oleh-oleh tersebut akan dibagikan kepada keluarga di kampung halaman.
Harga boneka unta yang dibelinya pun bervariasi, mulai dari tiga buah seharga Rp100 ribu hingga satu buah seharga Rp125 ribu.
Namun, di balik kebahagiaannya bisa kembali ke Tanah Air, Tasriyah menyimpan kisah perjuangan yang mengharukan.
Baca juga: Kloter 1 Mendarat Selasa Pagi, Keluarga Jemaah Haji Sumsel Diimbau Tidak Menjemput ke Asrama Haji
Ibu satu anak yang berprofesi sebagai petani karet ini mengaku baru mengetahui dirinya mengidap penyakit ginjal saat menjalani pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan haji.
"Sebelumnya saya memang sudah lama menderita diabetes sejak tahun 2011. Kalau penyakit ginjal baru tahu saat pemeriksaan kesehatan menjelang berangkat haji," ujarnya.
Tasriyah mengaku sempat menjalani cuci darah satu kali sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Bahkan, saat menjalani rangkaian ibadah haji, terutama menjelang pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), dirinya sempat mengalami sesak napas.
Meski demikian, ia tetap bersyukur karena mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji hingga kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat.
"Sedih memang saat tahu terkena penyakit ginjal, tapi alhamdulillah masih bisa berangkat haji dan pulang dengan selamat. Ibadah hajinya juga berjalan lancar," katanya.
Tasriyah dan suaminya diketahui telah mendaftar haji sejak tahun 2013.
Setelah menunggu sekitar 13 tahun, keduanya akhirnya dapat menunaikan rukun Islam kelima bersama dan kembali ke kampung halaman dengan membawa pengalaman spiritual yang tak terlupakan.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com