TRIBUNNEWSMAKER.COM - Bukit Dewa Dewi di Wonogiri, Jawa Tengah, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang tengah naik daun dan menarik perhatian banyak pengunjung.
Terletak di kawasan perbukitan Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, tempat ini menyuguhkan panorama alam yang masih asri dan menyejukkan mata.
Daya tarik utamanya adalah hamparan kebun alpukat yang ditata rapi di lereng bukit, menciptakan lanskap hijau yang memanjakan pandangan.
Selain itu, di puncak bukit terdapat taman dengan berbagai ornamen dan spot foto menarik yang cocok untuk wisata keluarga maupun anak muda.
Pengunjung juga dapat menikmati udara segar khas pegunungan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Suasana sunrise dan sunset di kawasan ini menjadi momen favorit wisatawan untuk mengabadikan keindahan alam Wonogiri.
Perpaduan antara wisata alam dan kebun alpukat membuat Bukit Dewa Dewi memiliki konsep agrowisata yang unik dan berbeda.
Tak heran, destinasi ini semakin populer sebagai tempat rekreasi baru yang menawarkan ketenangan sekaligus keindahan panorama perbukitan.
Baca juga: 5 Mie Ayam Enak di Dekat Alun-alun Klaten Jateng, Termasuk Sari Rasa Pak Paidi dan Pak Sukardi
Berlokasi di Dusun Sumur, Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, tempat wisata ini menawarkan panorama alam perbukitan yang memukau dari ketinggian.
Bukit Dewa Dewi mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak mulai dikenal pada 2024.
Jika dari Pusat Kota Solo, berjarak 72,4 kilometer dan bisa ditempuh kurang lebih dua jam kendaraan pribadi.
Bukit Dewa Dewi pada dasarnya merupakan kawasan kebun alpukat yang kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Di puncak bukit, pengelola membangun taman dengan konsep unik yang memadukan agrowisata dan keindahan alam perbukitan.
Taman tersebut dihiasi berbagai ornamen seperti patung dewa-dewi, gazebo, serta kolam kecil yang menambah estetika kawasan wisata.
Selain itu, tersedia juga berbagai spot foto yang dirancang menarik dan instagramable bagi pengunjung.
Dari puncak bukit, wisatawan dapat menikmati panorama alam terbuka, termasuk pemandangan Gunung Lawu yang tampak megah di kejauhan.
Salah satu keunggulan Bukit Dewa Dewi adalah panorama matahari terbit dan terbenam yang dapat dinikmati langsung dari puncak bukit.
Pada pagi hari, wisatawan dapat menyaksikan sunrise dengan latar kabut tipis yang menyelimuti perbukitan.
Sementara pada sore hari, pemandangan sunset menjadi momen favorit pengunjung.
Cahaya keemasan matahari yang perlahan tenggelam di balik perbukitan menjadikan suasana semakin indah dan menenangkan.
Bukit Dewa Dewi mulai dikenal luas sejak libur Lebaran 2024 dan semakin ramai dikunjungi wisatawan pada musim liburan berikutnya, termasuk Nataru 2025/2026.
Pada periode tersebut, ratusan pengunjung datang untuk menikmati suasana alam hingga sore hari.
Meskipun masih tergolong baru, destinasi ini terus berkembang dan mulai menjadi salah satu tujuan wisata favorit di wilayah Wonogiri bagian selatan.
Saat ini, fasilitas di Bukit Dewa Dewi masih dalam tahap pengembangan.
Namun pengunjung sudah dapat menikmati beberapa fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, gazebo atau saung, serta spot panorama.
Ke depan, pengelola berencana menambahkan fasilitas lain seperti area kuliner dan camping ground untuk menambah kenyamanan wisatawan.
Bukit Dewa Dewi dibuka setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB. Menariknya, hingga saat ini pengunjung belum dikenakan tiket masuk alias gratis.
Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir, yaitu:
- Sepeda motor: Rp3.000
- Mobil: Rp5.000
Jika area parkir di puncak penuh, wisatawan dapat memarkir kendaraan di bawah bukit.
Tersedia juga jasa ojek dengan tarif sekitar Rp5.000 sekali jalan atau Rp10.000 pulang-pergi.
Dengan konsep agrowisata yang berpadu dengan panorama alam perbukitan, Bukit Dewa Dewi menjadi salah satu destinasi baru yang menjanjikan di Wonogiri.
Udara sejuk, pemandangan luas, serta keindahan sunrise dan sunset menjadikannya tempat yang cocok untuk melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
Keindahan alam yang ditawarkan membuat Bukit Dewa Dewi berpotensi menjadi ikon wisata baru di Pracimantoro dan memperkaya daftar destinasi unggulan Kabupaten Wonogiri.
(TribunNewsmaker.com/TribunSolo.com)