Jelang Galungan, Satgas Pangan Polda Bali Peringatkan Pedagang Jangan Mainkan Harga
Aloisius H Manggol June 02, 2026 02:38 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satgas Saber Pangan Polda Bali mendatangi Pasar Kreneng, Denpasar untuk memantau langsung harga dan distribusi bahan pokok penting (Bapokting) menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, pada awal bulan ini. 

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menyampaikan, sidak dilaksanakan menyusul potensi lonjakan permintaan kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, gula, kedelai, cabai, bawang.

Hingga daging, setelah sebelumnya masyarakat Bali juga melewati perayaan Idul Adha dan Waisak.

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Korban Tewas di TKP, Bagian Kepala Pecah di Jalan Sudirman Denpasar

Dalam pengawasan lapangan tersebut, petugas memeriksa harga sejumlah komoditas strategis sekaligus berdialog dengan para pedagang untuk memetakan kondisi pasokan dan jalur distribusi secara riil.

Kata dia, operasi pasar ini bertujuan utama untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan aman di tangan masyarakat. 

Baca juga: Momen Terakhir Pulang ke Rumah, Selamat Jalan Gusti Nyoman Yasa, Bupati Gianyar Ungkap Rasa Duka

Menurutnya, negara harus hadir guna menjamin kenyamanan warga yang akan melaksanakan ibadah.


"Satgas Saber Pangan hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar dan kualitas yang baik," kata Kabid Humas Polda Bali, pada Selasa 2 Juni 2026. 


"Kami ingin masyarakat dapat menjalankan rangkaian hari raya dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga bahan pangan,” imbuhnya. 


Berdasarkan hasil pemantauan sementara di Pasar Kreneng, harga sejumlah komoditas pangan di wilayah Kota Denpasar secara umum masih berada dalam batas yang terjangkau. 


Pasokan stok juga dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama rangkaian hari raya keagamaan tersebut.


Meski kondisi pasar saat ini terpantau kondusif, Polda Bali mengeluarkan peringatan keras kepada para distributor maupun pelaku usaha. 


Polisi melarang keras adanya praktik spekulasi, penimbunan, atau tindakan sepihak yang dapat merugikan konsumen, termasuk menjual komoditas di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.


“Pengawasan akan terus kami lakukan bersama instansi terkait agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kombes Pol. Ariasandy. 


Guna memastikan pengawasan berjalan komprehensif, Satgas Saber Pangan Polda Bali bergerak secara terpadu dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor. 


Tim di lapangan diperkuat oleh personel Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta Perum Bulog.


Sinergi instansi ini dibentuk tidak hanya untuk memelototi pergerakan harga di tingkat pedagang eceran, tetapi juga mengawal kelancaran arus distribusi dari hulu hingga hilir. 


Melalui pengawasan ketat ini, diharapkan tercipta keseimbangan pasar yang adil, sehingga masyarakat dapat menyambut Galungan dan Kuningan dengan rasa aman.


Sementara para pelaku usaha tetap menjalankan aktivitas perdagangan secara sehat, jujur, dan bertanggung jawab. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.